Selasa, 01 Mei 2012

FILUM MOLLUSCA


FILUM MOLLUSCA


Molluska (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) adalah golongan hewan yang bertubuh lunak tidak beruas dan tubuh dilindungi oleh satu atau lebih cangkang yang terbuat dari kapur (CaCO3), namun ada pula yang tidak memiliki cangkang. Cangkang ini dibentuk oleh lapisan dinding tubuh yang disebut mantel. Tubuhnya tersusun dari tiga lapisan embrional yaitu ekstoderm, mesoderm dan endoderm (bersifat triploblastik). Hewan ini memiliki coelem yang sempit. Sebagian besar moluska hidup di laut tetapi banyak juga yang hidup di air tawar bahkan beberapa hidup di darat. Terdapat  kurang dari 80.000 species yang termasuk kedalam golongan ini.  Berikut adalah salah satu contoh hewan dari filum Mollusca

Achatina fulica

Ciri-ciri Filum Mollusca meliputi
1.      Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi, misalnya bentuk bulat telur dan torpedo
2.      Struktur dan fungsi tubuh
Tubuh mollusca memiliki tiga bagian utama yaitu
-          kaki yang berotot (untuk pergerakan), pada beberapa jenis mollusca kaki termodifikasi menjadi tentakel untuk menangkap mangsa
-          massa viceral yang mengandung sebagian besar organ-organ internal (alat pencernaan, reproduksi dan ekskresi)
-          mantel yang merupakan suatu lipatan yang menutupi massa viceral dan mensekresi bahan penyusun cangkang.

                                       Gambar 2 :  Struktur tubuh Mollusca

Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Ada pula yang memiliki rahang dan lidah. Lidah bergigi yang melengkung ke belakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan. Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Organ ekskresinya berupa sepasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.
3.      Cara hidup dan habitat
Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme. Habitatnya di air tawar, di laut dan di darat. Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.
4.      Reproduksi
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain. Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur. Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.

                                      
                                                             Gambar 3 : daur hidup Mollusca

Filum Mollusca dibagi menjadi 5 kelas yaitu :
  1. Kelas Pelecypoda.
Nama lain dari pelecypoda (latin pelecy = pipih, poda = kaki) adalah bivalvia (memiliki sepasang cangkang) atau lamellibranchiata (insang yang berbentuk lembaran).  Bersifat  simetri bilateral, bergerak dengan menjulurkan kaki otot yang besar melalui celah antara dua cangkang. Sebagian besar bivalvia adalah pemakan suspensi. Mereka menjerat makanan yang halus pada mucus yang melapisi insang dan kemudian silia mengirimkan partikel itu ke mulut. Air mengalir ke dalam mantel melalui sifon arus masuk, melalui insang dan keluar melalui sifon arus keluar. Bivalvia tidak memiliki kepala yang jelas dan radula. Sistem sirkulasi terdiri atas jantung, saluran darah dan rongga sinus. Jantung terdiri atas ventriculum yang dikelilingi oleh sebagian usus dan sepasang auricularium. Sistem saraf terdiri atas beberapa gangglion.
Cangkang pada bivalvia terdiri atas 3 lapisan yaitu :
-          Periostracum (lapisan luar yang tipis, tersusun atas zat tanduk)
-          Prismatik (lapisan tengah yang tersusun atas zat kapur dan berbentuk prisma)
-          Periostracum (lapisan dalam yang tersusun atas kristal Kalsium karbonat, lapisan ini disebut juga lapisan mutiara)

Terdiri dari beberapa ordo yaitu :
v  Protobranchia
Terdiri dari beberapa familia yaitu :
ü  Nuculidae, contoh Nucula proxima
ü  Solemyidae, contoh Solemia velum
v  Filibranchia
ü  Arcidae, contoh Arca pexata
ü  Mytilida, contoh Mytilus edulis
ü  Pectinidae, contoh Pecten irradians
v  Eulamellibranchia
ü  Uniodidae, contoh Anadonta grandis
ü  Myidae, contoh Mija arenaria
v  Septibranchia
Ø  Cuspidariidae, contoh Cuspidaria pellucid
  1. Kelas Gastropoda
Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya. Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatia fulica). Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventral tubuhnya, bergerak lambat karena kontraksi otot menyerupai gelombang yang dimulai dari belakang menjalar ke depan sehingga kaki dapat menjulur ke depan dan kaki bagian belakang terseret ke depan, untuk memudahkan pergerakannya maka disekresikan lendir, memiliki cangkang/rumah yang berbentuk kerucut terpilin (spiral) namun ada juga yang tidak memiliki cangkang . Bersifat hermaprodit namun tidak  terjadi pembuahan sendiri, pembuahan terjadi setelah perkawinan, ovovivipar.
Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang, Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat bernapas menggunakan rongga mantel.
Klasifikasi gastropoda
v  Ordo Prosobranchia
Ø  Sub ordo Aspidobranchia
-          Familia Acmeidae contoh Acmae testudinalis
-          Familia Haliotidae, contoh Haliotis rufescens
-          Familia Trochidae, contoh Trochus niloticus
-          Familia Helicinidae, contoh Helicina orbiculata
Ø  Sub ordo Pectinibranchia
-          Familia Capulidae, contoh Crepidula fornicate
-          Familia Littorinidae, contoh Littorina litorea
-          Familia Viviparidae, contoh Campeloma ponderosum
-          Familia Pleuroceridae, contoh Pleurocera sabulare
-          Familia Strombidae, contoh Strombus gigas
-          Familia Cymatiidae, contoh Charonia nodifera
-          Familia Eulimidae, contoh Stylifer stimpsoni
-          Familia Murcidae, contoh Urosalpinx cinereus
-          Familia Buccinidae, contoh Bussinum undatum
v  Ordo Opisthobranchia
Ø  Sub ordo Tectibranchia
-          Familia Akeridae, contoh Haminea solitaria
-          Familia Cavolinidae
-          Familia Aplysiidae
-          Familia Clionidae
Ø  Sub ordo Nudibranchia
-          Familia Dendronotidae, contoh Dendronotus arborescens
-          Familia Dorididae
-          Familia Aeolididae
-          Familia Elysiidae
v  Pulmonata
Ø  Sub ordo Basommatophora
-          Familia Lymnacidae, contoh Lymnaea stragnalis
-          Familia Physidae, contoh Physa gyrina
-          Familia Planobidae, contoh Planorbis trovolvis
-          Familia Ancylidae, contoh Ferissia paralletus
Ø  Sub ordo Stylommatophora
-          Familia Achatinidae, contoh Achatina fulica
-          Familia Helicidae, contoh Helix pomata
-          Familia Endontidae, contoh Anguispira alternate
-          Familia Limacidae, contoh Limax maximus
-          Familia Phylomycidae, contoh Phylomycus carolinensis
3.      Scapophoda
Memiliki cangkok seperti gading gajah atau terompet. Hidup di lantai (pantai berlumpur), tubuh memanjang, kaki lancip yang berfungsi untuk menggali pasir atau lumpur. Contohnya siput gading gajah
  1. Kelas Cepalophoda
Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala, leher dan badan. Kepala terletak di bagian ventral serta memiliki dua mata yang besar dan tidak berkelopak, berfungsi sebagai alat untuk melihat. Leher pendek dan badan berbentuk tabung dengan sirip lateral berbentuk segitiga di setiap sisinya. Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). Pada permukaan dalam tangan dan tentakel terdapat batil isap (sucker) yang berbentuk mangkok terletak pada ujung tentakel. Gigi khitin atau kait terletak pada tepi batil isap untuk memperkuat melekatnya mangsa yang diperolehnya. Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ingin bergerak ke belakang, sifon akan menyemburkan air ke arah depan, sehingga tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya. Di bagian perut, tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin Pada Loligo sp terdapat endoskeleton yang terletak di dalam rongga mantel berwarna putih transparan, tipis dan terbuat dari bahan kitin. Mantel berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput tipis berlendir.

Gambar : seekor cumi-cumi

Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya. Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf. Ganglion serebral, pedal, viseral, suprabukal, infrabukal dan optik terletak di kepala. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan mata, dua statosis pada masing-masing lateral kepala sebagai organ keseimbangan dan organ pembau.                
Cumi-cumi bersifat kosmopolit (dapat ditemukan di mana saja), hidup berkelompok di perairan bagian atas. Hewan ini aktif berburu mangsa yang berupa ikan-ikan kecil dan crustacea pada malam hari. Bila merasa terancam mereka akan berenang mundur de