"wahai para pnuntut ilmu, berhati2lah kalian terhadap DUNIA dan berhati2lah kalian terhadap cinta kpadanya dan berhati2 pula dari ketergantungan hatimu padanya, karena tidak akan bertemu dalam hati seseorang antara cinta pada ilmu dan cinta pada dunia. apabila cinta pada dunia lebih menguasai dirimu, niscaya kamu akan meninggalkan ilmu dan kamu akan menyia2kan hidupmu" (Syaikh Muh. Bin Abd Wahab)
Minggu, 29 Juli 2012
Senin, 21 Mei 2012
ECHINODERMATA
FILUM ECHINODERMATA
Berasal dari kata Echinos
(duri) dan derma (kulit). Ciri khas hewan ini yaitu simetri radial dan sebagian
besar penguat tubuhnya terdiri dari zat kapur dan memiliki tonjolan duri di
pemukaan tubuhnya, memiliki kaki buluh
atau ambulakral, tubuh terbungkus oleh epidermis yang halus yang disokong oleh
kepingan kapur yang disebut ossicula, saluran pencernaannya sederhana, memiliki
sistem sirkulasi radial yang mengalami reduksi, respirasi dengan insang kecil
atau papulae, sistem saraf dengan batang
cincin, dan dioceus. Hewan ini hidupnya di pantai dan di dalam laut,
pergerakannya lamban, hidupnya bebas, merupakan pemakan sampah laut.
Hewan ini ditempatkan paling akhir dalam
klasifikasi invertebrata karena tidak nampak memiliki hubungan kekerabatan
dengan invertebrata lainnya, sehingga hewan ini dikatakan memiliki hubungan
kekerabatan dengan vertebrata
1.
Asteroidea (bintang laut)
Struktur tubuhnya seperti bintang yang memiliki
5 lengan atau bagian radial. Permukaan kulit tubuh pada bagian dorsal atau
aboral terdapat duri-duri. Pada dasar duri terdapat bentuk jepitan yang disebut
pedicellariae. Pada salah satu bagian
antara dua bagian tubuh radial atau lengan terdapat lempeng saringan madriporit
yang merupakan tempat masuknya air dalam sistem vascular air atau ambulakral.
Di tengah-tengah tubuh sebelah dorsal terdapat lubang anus, pada bagian ventral
atau oral terdapat mulut yang dikelilingi oleh membrane peristom dengan 5 alur
ambulakral pada lengan tubuh. Fungsi ambulakral yaitu untuk bergerak, melekat
pada karang dan menangkap makanan
Duri-duri pendek, tumpul dan tertutup oleh
lapisan epidermis, di sekitar duri terdapat modifikasi duri (pedicellariae)
berupa penjepit. Bila penjepit itu terangsang, maka akan membuka dan menutup
dengan menggunakan beberapa pasang muskulus (otot). Fungsi pedicellaria yaitu
melindungi insang dermal, mencegah serpihan-serpihan dan organism kecil, agar
tidak tertimbun di permukaan tubuh, dan juga untuk menangkap makanan. Lengan
bawah dapat dilenturkan oleh otot berserabut yang terpadat dalam dinding tubuh.
Pembuluh-pembuluh kaki juga dilengkapi dengan otot berserabut.
Saluran digestoria pendek dan mengalami
modifikasi, makanan berupa ikan, kerang, siput laut, sampah dan lain-lain.
Respirasi terjadi di dalam branchia dermalis yang tampak sebagai benda yang
halus, yang terletak pada kulit sebelah atas atau aboral pada semua lengan.
Sistem
saraf terdiri atas batang saraf radial pada masing-masing lengan
yang menjulur di atas alur ambulakral.
Batang saraf itu bertemu dengan cincin saraf yang melingkari mulut atau oral.
Pada masing-masing batang saraf radial terdapat cabang : 1) sepasang saraf ke
daerah aboral, 2) saraf ke aboral perit mata yang peka terhadap sinar. Di
antara sel-sel epidermis terdapat daerah jaringan saraf, sedang pada branchia
dermalis terdapat alat sensoris
Gambar struktur tubuh bintang laut
Klasifikasi Asteroidea
v Ordo
Plastysterida, contoh Planaster sp
(sudah punah)
v Ordo
Hemizonida, contoh Taeniactis (sudah
punah)
v Ordo
Phanerozonia, contoh Ctenodiscus (bintang
laut lumpur)
v Ordo
Spinulosa, contoh Solaster (bintang
matahari)
v Ordo
Forcipulata, contoh Asterias
2.
Ophiuroidea (Bintang ular)
Ophiouruidea (yunani, ophio =
ular) berbentuk bintang atau Asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan
flexible. Struktur tubuh bintang ular
mempunyai tubuh bola cakram dengan 5 lengan bulat panjang. Cakram pusatnya
kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus dan berduri tumpul.
Ophiuroidea tidak memiliki pedicellaria. Cakram pusat berbatas jelas dengan
lengan-lengannya.
Pada
lengan terdapat saluran coelom kecil, batang saraf, pembuluh darah dan
cabang-cabang system vasikuler serta kaki ambulakral yang dilengkapi dengan
alat penghisap (ampula), berperan dalam pernafasan serta membantu memasukkan
makanan ke dalam mulut. Semua organ ekskresi dan organ reproduksi terdapat
dalam bola cakram. Mulut dikelilingi oleh 5 lempeng kapur yang berperan sebagai
rahang. Bintang laut banyak ditemukan di laut, makanannya berupa crustacean
kecil, serpihan hewan lain, sampah dan mollusca, dapat mengalami regenerasi
bila lengannya terputus. Alat kelamin terpisah (dioceus).
Gambar bintang mengular (Ophiotrix sp)
Klasifikasi Ophiuroidea
v Ordo
Ophiurae, contoh Ophiotrix
v Ordo
Eurylae, contoh Gorgonocephalus
3.
Echinoidea
Hewan-hewan
yang masuk ke dalam kelas Echinoidea berbentuk bulat, tanpa lengan tapi
memiliki duri-duri yang dapat digerakkan. Sebagai contoh yaitu Stronglyocentrutus yang berbentuk bola, Spatangus yang berbentuk oval dan Echinarachinus. Dendraster yang berbentuk kepingan seperti uang logam yang terkenal
sebagai kue laut. Vicera (organ dalam) tersimpan dalam cangkok. Pada cakram
terdapat tonjolan/tuberculum sebagai persendian duri-duri. Tiap duri merupakan
bentuk Kristal dari CaCO3. Beberapa jenis Echinoidea memiliki kelenjar racun,
pedicellaria berfungsi menjaga tubuh tetap bersih dan untuk menangkap makanan
yang kecil-kecil. Terdapat lentera aristoteles pada Echinoidea yang berbentuk bulat
yang berfungsi dalam pencernaan


Gambar : Bulu babi dan hewan “uang kepingan pasir”
Klasifikasi
Echinoidea
v Ordo
Lepidocentroida
v Ordo
Camrodonta, contoh Arbacia
v Ordo
Spangoida, contoh Echinocardium
4.
Holothuroidea (mentimun laut)
Mentimun
laut memiliki tubuh yang bulat memanjang dengan garis oral ke aboral sebagai
sumbu, tidak berlengan, tubuhnya memanjang dan tidak berduri. Mulut dan anus
terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya. Daerah ambulakral dan
interAmbulakral tersusun berselang-seling di sepanjang tubuhnya. Alur
ambulakral tertutup, madreporit (tempat masuknya air) terdapat di rongga
tubuhnya. Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral. Pada
bagian anterior mulut terdapat 10-30 tentakel yang dapat dijulurkan. Kulit
dilapisi oleh lapisan kutikula, makanannya berupa bahan-bahan organic di dasar
laut dan juga plankton. Untuk melindungi dirinya maka mentimun laut memiliki
pembuluh lunak (seperti zat perekat yang berwarna putih dan menempel pada
kloaka) yang disebut Cuverian. Kulit mentimun laut yang telah dikeringkan dapat
dibuat sup dan kerupuk.

Gambar Holothuroidea
Klasifikasi
Holothuroidea
v Ordo
Aspidochirota, contoh Holothuria
v Ordo
Elasipoda, contoh Palgothuria
v Ordo
Dendrochirota, contoh Cucumaria
v Ordo
Apoda, contoh Leptosynapta
5.
Crinoidea
Hewan
kelas Crinoidea mempunyai bentuk seperti bunga lili atau bunga bakung dan
bentuk seperti bulu burung. Hidup dalam laut sampai kedalaman 3648 m. Mulut dan
anus terletak saling sebelah menyebelah, mulut pada daerah oral sedangkan anus
pada daerah aboral, memiliki daya regenerasi yang tinggi, banyak ditemukan
hidup menempel, di dasar laut, coral reef ataupun membentuk kebun laut.
Warnanya bermacam-macam, ada yang putih seperti berlian, kuning, hijau atau
coklat.
Crinoidea
merupakan pemakan cairan. Zooplankton atau partikel makanan yang terdapat di
air laut ditangkap oleh silia berlendir pada celah ambulakral di lengannya.
Makanan dari lengan akan dibawa ke mulut.
Crinoidea
terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai. Kelompok
bertangkai dikenal sebagai lili laut sedangkan yang tidak bertangkai dikenal
sebagai bintang laut berbulu.

Gambar Crinoidea
Klasifikasi Crinoidea
v Ordo
Inadunata
v Ordo
Articulata
-
Familia Pentacrinidae, contoh Asterias
-
Familia Antedonidae, contoh Antodon tanella
-
Familia Comasteridae, contoh Neocomatella alata
Selasa, 01 Mei 2012
FILUM MOLLUSCA
FILUM MOLLUSCA
Molluska (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) adalah
golongan hewan yang bertubuh lunak tidak beruas dan tubuh dilindungi oleh satu
atau lebih cangkang yang terbuat dari kapur (CaCO3), namun ada pula yang tidak
memiliki cangkang. Cangkang ini dibentuk oleh lapisan dinding tubuh yang
disebut mantel. Tubuhnya tersusun dari tiga lapisan embrional yaitu ekstoderm,
mesoderm dan endoderm (bersifat triploblastik). Hewan ini memiliki coelem yang
sempit. Sebagian besar moluska hidup di laut tetapi banyak juga yang hidup di
air tawar bahkan beberapa hidup di darat. Terdapat kurang dari 80.000 species yang termasuk
kedalam golongan ini. Berikut adalah
salah satu contoh hewan dari filum Mollusca
|
Ciri-ciri Filum
Mollusca
meliputi
1.
Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran
dan bentuk mollusca sangat bervariasi, misalnya bentuk bulat telur dan torpedo
2.
Struktur dan fungsi tubuh
Tubuh mollusca memiliki tiga bagian utama yaitu
-
kaki yang berotot
(untuk pergerakan), pada beberapa jenis mollusca kaki termodifikasi menjadi
tentakel untuk menangkap mangsa
-
massa viceral yang
mengandung sebagian besar organ-organ internal (alat pencernaan, reproduksi dan
ekskresi)
-
mantel yang merupakan
suatu lipatan yang menutupi massa viceral dan mensekresi bahan penyusun
cangkang.
Gambar 2 : Struktur tubuh
Mollusca
Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi
esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan mollusca lengkap
terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Ada pula yang memiliki
rahang dan lidah. Lidah bergigi yang melengkung ke belakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan.
Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang, sedangkan yang hidup di
darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga
mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Organ ekskresinya
berupa sepasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.
3.
Cara hidup dan habitat
Mollusca hidup secara heterotrof dengan
memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme. Habitatnya di air
tawar, di laut dan di darat. Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.
4.
Reproduksi
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain. Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur. Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain. Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur. Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.
Gambar 3 : daur hidup
Mollusca
Filum Mollusca dibagi menjadi 5 kelas
yaitu :
- Kelas Pelecypoda.
Nama lain dari
pelecypoda (latin pelecy = pipih, poda = kaki) adalah bivalvia (memiliki
sepasang cangkang) atau lamellibranchiata (insang yang berbentuk
lembaran). Bersifat simetri bilateral, bergerak dengan
menjulurkan kaki otot yang besar melalui celah antara dua cangkang. Sebagian
besar bivalvia adalah pemakan suspensi. Mereka menjerat makanan yang halus pada
mucus yang melapisi insang dan kemudian silia mengirimkan partikel itu ke
mulut. Air mengalir ke dalam mantel melalui sifon arus masuk, melalui insang
dan keluar melalui sifon arus keluar. Bivalvia tidak memiliki kepala yang jelas
dan radula. Sistem sirkulasi terdiri atas jantung, saluran darah dan rongga
sinus. Jantung terdiri atas ventriculum yang dikelilingi oleh sebagian usus dan
sepasang auricularium. Sistem saraf terdiri atas beberapa gangglion.
Cangkang pada
bivalvia terdiri atas 3 lapisan yaitu :
-
Periostracum (lapisan luar yang tipis, tersusun atas zat
tanduk)
-
Prismatik (lapisan tengah yang tersusun atas zat kapur
dan berbentuk prisma)
-
Periostracum (lapisan dalam yang tersusun atas kristal
Kalsium karbonat, lapisan ini disebut juga lapisan mutiara)
Terdiri dari beberapa ordo yaitu :
v Protobranchia
Terdiri
dari beberapa familia yaitu :
ü Nuculidae, contoh Nucula proxima
ü Solemyidae, contoh Solemia velum
v Filibranchia
ü Arcidae, contoh Arca pexata
ü Mytilida, contoh Mytilus edulis
ü Pectinidae, contoh Pecten irradians
v Eulamellibranchia
ü Uniodidae, contoh Anadonta grandis
ü Myidae, contoh Mija arenaria
v Septibranchia
Ø Cuspidariidae, contoh Cuspidaria pellucid
- Kelas Gastropoda
Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai
alat gerak atau kakinya. Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula
javanica), dan bekicot (Achatia
fulica). Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian
ventral tubuhnya, bergerak lambat karena kontraksi otot menyerupai gelombang
yang dimulai dari belakang menjalar ke depan sehingga kaki dapat menjulur ke
depan dan kaki bagian belakang terseret ke depan, untuk memudahkan
pergerakannya maka disekresikan lendir, memiliki cangkang/rumah yang berbentuk
kerucut terpilin (spiral) namun ada juga yang tidak memiliki cangkang .
Bersifat hermaprodit namun tidak terjadi
pembuahan sendiri, pembuahan terjadi setelah perkawinan, ovovivipar.
Gastropoda darat terdiri dari sepasang
tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang
terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang, Sedangkan pada
tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Gastropoda akuatik bernapas
dengan insang, sedangkan Gastropoda darat bernapas menggunakan rongga mantel.
Klasifikasi gastropoda
v Ordo Prosobranchia
Ø Sub ordo Aspidobranchia
-
Familia
Acmeidae contoh Acmae testudinalis
-
Familia
Haliotidae, contoh Haliotis rufescens
-
Familia
Trochidae, contoh Trochus niloticus
-
Familia
Helicinidae, contoh Helicina orbiculata
Ø Sub ordo Pectinibranchia
-
Familia
Capulidae, contoh Crepidula fornicate
-
Familia
Littorinidae, contoh Littorina litorea
-
Familia
Viviparidae, contoh Campeloma ponderosum
-
Familia
Pleuroceridae, contoh Pleurocera sabulare
-
Familia
Strombidae, contoh Strombus gigas
-
Familia
Cymatiidae, contoh Charonia nodifera
-
Familia
Eulimidae, contoh Stylifer stimpsoni
-
Familia
Murcidae, contoh Urosalpinx cinereus
-
Familia
Buccinidae, contoh Bussinum undatum
v Ordo Opisthobranchia
Ø Sub ordo Tectibranchia
-
Familia
Akeridae, contoh Haminea solitaria
-
Familia
Cavolinidae
-
Familia
Aplysiidae
-
Familia
Clionidae
Ø Sub ordo Nudibranchia
-
Familia
Dendronotidae, contoh Dendronotus
arborescens
-
Familia
Dorididae
-
Familia
Aeolididae
-
Familia
Elysiidae
v Pulmonata
Ø Sub ordo Basommatophora
-
Familia
Lymnacidae, contoh Lymnaea stragnalis
-
Familia
Physidae, contoh Physa gyrina
-
Familia
Planobidae, contoh Planorbis trovolvis
-
Familia
Ancylidae, contoh Ferissia paralletus
Ø Sub ordo Stylommatophora
-
Familia
Achatinidae, contoh Achatina fulica
-
Familia
Helicidae, contoh Helix pomata
-
Familia
Endontidae, contoh Anguispira alternate
-
Familia
Limacidae, contoh Limax maximus
-
Familia
Phylomycidae, contoh Phylomycus
carolinensis
3.
Scapophoda
Memiliki cangkok seperti gading gajah atau terompet. Hidup
di lantai (pantai berlumpur), tubuh memanjang, kaki lancip yang berfungsi untuk
menggali pasir atau lumpur. Contohnya siput gading gajah
- Kelas Cepalophoda
Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala,
leher dan badan. Kepala terletak di bagian ventral serta memiliki dua mata yang
besar dan tidak berkelopak, berfungsi sebagai alat untuk melihat. Leher pendek
dan badan berbentuk tabung dengan sirip lateral berbentuk segitiga di setiap
sisinya. Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan
dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). Pada permukaan dalam
tangan dan tentakel terdapat batil isap (sucker) yang berbentuk mangkok
terletak pada ujung tentakel. Gigi khitin atau kait terletak pada tepi batil
isap untuk memperkuat melekatnya mangsa yang diperolehnya. Di posterior kepala
terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ingin
bergerak ke belakang, sifon akan menyemburkan air ke arah depan, sehingga
tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan
sirip dan tentakelnya. Di bagian perut, tepatnya sebelah sifon akan ditemukan
cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin Pada Loligo sp terdapat endoskeleton yang terletak di dalam rongga mantel
berwarna putih transparan, tipis dan terbuat dari bahan kitin. Mantel berwarna
putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput
tipis berlendir.
Gambar : seekor cumi-cumi
Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan
Mollusca lainnya. Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf.
Ganglion serebral, pedal, viseral, suprabukal, infrabukal dan optik terletak di
kepala. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan mata, dua
statosis pada masing-masing lateral kepala sebagai organ keseimbangan dan organ
pembau.
Cumi-cumi bersifat kosmopolit (dapat
ditemukan di mana saja), hidup berkelompok di perairan bagian atas. Hewan ini
aktif berburu mangsa yang berupa ikan-ikan kecil dan crustacea pada malam hari.
Bila merasa terancam mereka akan berenang mundur dengan cepat atau menyemburkan
tinta berwarna hitam kecoklat-coklatan. Hewan ini banyak diperjualbelikan,
selain rasanya enak cumi-cumi merupakan sumber protein hewani yang kaya akan
protein.
Hewan ini mempunyai kepala yang besar dan bermata sangat
tajam. Pada kepala terdapat tangan-tangan (8 pada gurita dan 10 pada cumi-cumi)
yang berguna untuk pergerakan dan mencari mangsa. Tubuh cumi-cumi berbentuk gelendong/sekoci,
dapat berubah warna karena adanya kromatophora. Alat pencernaan terdiri atas
rongga mulut dan kelenjar ludah, pharyng, oesophagus, lambung, intestinum,
rectum, anus. Sistem peredaran ganda tertutup, alat ekskresi berupa nephridia.
Sistem saraf berupa 7 buah gangglion, bersifat dioceus
Kelas
cephalophoda terdiri atas 2 ordo yaitu :
v
Ordo tetrabranchia, memiliki 4 insang
Ø
Familia : Nautilidae contoh Nautilus pompilius
v
Ordo dibranchia, tanpa cangkang
Ø
Sub ordo : Decapoda
Ø
Familia Loliginidae, contoh Loligo pealii
Ø
Familia Sepiidae, contoh Sepia officinae
Ø
Sub ordo : Octopoda
Ø
Familia Argonautilidae, contoh Agonauta argo
Ø
Familia Octopodidae, contoh Octopus bairdi
5.
Kelas Amphineura
Contoh hewan
yang termasuk kelas ini adalah Chilton dan Neopilina. Chilton mirip siput tak
bercangkang hidup di daerah pantai cangkangnya terdiri dari beberapa (biasanya
delapan lempengan yang tersusun secara tumpang tindih). Meskipun kelihatannya
beruas-ruas tetapi organ dalamnya tidak.
Neopilina
disebut fosil hidup karena sebelum ditemukan pada tahun 1957 hewan ini dianggap
sudah punah sejak jutaan tahun yang lalu. Moluska ini sangat menarik perhatian
karena di samping memiliki sifat-sifat moluska juga bagian dalamnya
beruas-ruas.
Klasifikasi Amphineura
v Ordo
Polyplacophora, contoh Chaetopleura
apiculata
v Ordo
Aplacophora, contoh Neomenia carinata
Langganan:
Postingan (Atom)