Selasa, 01 Mei 2012

FILUM MOLLUSCA


FILUM MOLLUSCA


Molluska (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) adalah golongan hewan yang bertubuh lunak tidak beruas dan tubuh dilindungi oleh satu atau lebih cangkang yang terbuat dari kapur (CaCO3), namun ada pula yang tidak memiliki cangkang. Cangkang ini dibentuk oleh lapisan dinding tubuh yang disebut mantel. Tubuhnya tersusun dari tiga lapisan embrional yaitu ekstoderm, mesoderm dan endoderm (bersifat triploblastik). Hewan ini memiliki coelem yang sempit. Sebagian besar moluska hidup di laut tetapi banyak juga yang hidup di air tawar bahkan beberapa hidup di darat. Terdapat  kurang dari 80.000 species yang termasuk kedalam golongan ini.  Berikut adalah salah satu contoh hewan dari filum Mollusca

Achatina fulica

Ciri-ciri Filum Mollusca meliputi
1.      Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi, misalnya bentuk bulat telur dan torpedo
2.      Struktur dan fungsi tubuh
Tubuh mollusca memiliki tiga bagian utama yaitu
-          kaki yang berotot (untuk pergerakan), pada beberapa jenis mollusca kaki termodifikasi menjadi tentakel untuk menangkap mangsa
-          massa viceral yang mengandung sebagian besar organ-organ internal (alat pencernaan, reproduksi dan ekskresi)
-          mantel yang merupakan suatu lipatan yang menutupi massa viceral dan mensekresi bahan penyusun cangkang.

                                       Gambar 2 :  Struktur tubuh Mollusca

Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Ada pula yang memiliki rahang dan lidah. Lidah bergigi yang melengkung ke belakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan. Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Organ ekskresinya berupa sepasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.
3.      Cara hidup dan habitat
Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme. Habitatnya di air tawar, di laut dan di darat. Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.
4.      Reproduksi
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain. Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur. Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.

                                      
                                                             Gambar 3 : daur hidup Mollusca

Filum Mollusca dibagi menjadi 5 kelas yaitu :
  1. Kelas Pelecypoda.
Nama lain dari pelecypoda (latin pelecy = pipih, poda = kaki) adalah bivalvia (memiliki sepasang cangkang) atau lamellibranchiata (insang yang berbentuk lembaran).  Bersifat  simetri bilateral, bergerak dengan menjulurkan kaki otot yang besar melalui celah antara dua cangkang. Sebagian besar bivalvia adalah pemakan suspensi. Mereka menjerat makanan yang halus pada mucus yang melapisi insang dan kemudian silia mengirimkan partikel itu ke mulut. Air mengalir ke dalam mantel melalui sifon arus masuk, melalui insang dan keluar melalui sifon arus keluar. Bivalvia tidak memiliki kepala yang jelas dan radula. Sistem sirkulasi terdiri atas jantung, saluran darah dan rongga sinus. Jantung terdiri atas ventriculum yang dikelilingi oleh sebagian usus dan sepasang auricularium. Sistem saraf terdiri atas beberapa gangglion.
Cangkang pada bivalvia terdiri atas 3 lapisan yaitu :
-          Periostracum (lapisan luar yang tipis, tersusun atas zat tanduk)
-          Prismatik (lapisan tengah yang tersusun atas zat kapur dan berbentuk prisma)
-          Periostracum (lapisan dalam yang tersusun atas kristal Kalsium karbonat, lapisan ini disebut juga lapisan mutiara)

Terdiri dari beberapa ordo yaitu :
v  Protobranchia
Terdiri dari beberapa familia yaitu :
ü  Nuculidae, contoh Nucula proxima
ü  Solemyidae, contoh Solemia velum
v  Filibranchia
ü  Arcidae, contoh Arca pexata
ü  Mytilida, contoh Mytilus edulis
ü  Pectinidae, contoh Pecten irradians
v  Eulamellibranchia
ü  Uniodidae, contoh Anadonta grandis
ü  Myidae, contoh Mija arenaria
v  Septibranchia
Ø  Cuspidariidae, contoh Cuspidaria pellucid
  1. Kelas Gastropoda
Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya. Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatia fulica). Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventral tubuhnya, bergerak lambat karena kontraksi otot menyerupai gelombang yang dimulai dari belakang menjalar ke depan sehingga kaki dapat menjulur ke depan dan kaki bagian belakang terseret ke depan, untuk memudahkan pergerakannya maka disekresikan lendir, memiliki cangkang/rumah yang berbentuk kerucut terpilin (spiral) namun ada juga yang tidak memiliki cangkang . Bersifat hermaprodit namun tidak  terjadi pembuahan sendiri, pembuahan terjadi setelah perkawinan, ovovivipar.
Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang, Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat bernapas menggunakan rongga mantel.
Klasifikasi gastropoda
v  Ordo Prosobranchia
Ø  Sub ordo Aspidobranchia
-          Familia Acmeidae contoh Acmae testudinalis
-          Familia Haliotidae, contoh Haliotis rufescens
-          Familia Trochidae, contoh Trochus niloticus
-          Familia Helicinidae, contoh Helicina orbiculata
Ø  Sub ordo Pectinibranchia
-          Familia Capulidae, contoh Crepidula fornicate
-          Familia Littorinidae, contoh Littorina litorea
-          Familia Viviparidae, contoh Campeloma ponderosum
-          Familia Pleuroceridae, contoh Pleurocera sabulare
-          Familia Strombidae, contoh Strombus gigas
-          Familia Cymatiidae, contoh Charonia nodifera
-          Familia Eulimidae, contoh Stylifer stimpsoni
-          Familia Murcidae, contoh Urosalpinx cinereus
-          Familia Buccinidae, contoh Bussinum undatum
v  Ordo Opisthobranchia
Ø  Sub ordo Tectibranchia
-          Familia Akeridae, contoh Haminea solitaria
-          Familia Cavolinidae
-          Familia Aplysiidae
-          Familia Clionidae
Ø  Sub ordo Nudibranchia
-          Familia Dendronotidae, contoh Dendronotus arborescens
-          Familia Dorididae
-          Familia Aeolididae
-          Familia Elysiidae
v  Pulmonata
Ø  Sub ordo Basommatophora
-          Familia Lymnacidae, contoh Lymnaea stragnalis
-          Familia Physidae, contoh Physa gyrina
-          Familia Planobidae, contoh Planorbis trovolvis
-          Familia Ancylidae, contoh Ferissia paralletus
Ø  Sub ordo Stylommatophora
-          Familia Achatinidae, contoh Achatina fulica
-          Familia Helicidae, contoh Helix pomata
-          Familia Endontidae, contoh Anguispira alternate
-          Familia Limacidae, contoh Limax maximus
-          Familia Phylomycidae, contoh Phylomycus carolinensis
3.      Scapophoda
Memiliki cangkok seperti gading gajah atau terompet. Hidup di lantai (pantai berlumpur), tubuh memanjang, kaki lancip yang berfungsi untuk menggali pasir atau lumpur. Contohnya siput gading gajah
  1. Kelas Cepalophoda
Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala, leher dan badan. Kepala terletak di bagian ventral serta memiliki dua mata yang besar dan tidak berkelopak, berfungsi sebagai alat untuk melihat. Leher pendek dan badan berbentuk tabung dengan sirip lateral berbentuk segitiga di setiap sisinya. Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). Pada permukaan dalam tangan dan tentakel terdapat batil isap (sucker) yang berbentuk mangkok terletak pada ujung tentakel. Gigi khitin atau kait terletak pada tepi batil isap untuk memperkuat melekatnya mangsa yang diperolehnya. Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ingin bergerak ke belakang, sifon akan menyemburkan air ke arah depan, sehingga tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya. Di bagian perut, tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin Pada Loligo sp terdapat endoskeleton yang terletak di dalam rongga mantel berwarna putih transparan, tipis dan terbuat dari bahan kitin. Mantel berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput tipis berlendir.

Gambar : seekor cumi-cumi

Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya. Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf. Ganglion serebral, pedal, viseral, suprabukal, infrabukal dan optik terletak di kepala. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan mata, dua statosis pada masing-masing lateral kepala sebagai organ keseimbangan dan organ pembau.                
Cumi-cumi bersifat kosmopolit (dapat ditemukan di mana saja), hidup berkelompok di perairan bagian atas. Hewan ini aktif berburu mangsa yang berupa ikan-ikan kecil dan crustacea pada malam hari. Bila merasa terancam mereka akan berenang mundur dengan cepat atau menyemburkan tinta berwarna hitam kecoklat-coklatan. Hewan ini banyak diperjualbelikan, selain rasanya enak cumi-cumi merupakan sumber protein hewani yang kaya akan protein.
Hewan ini mempunyai kepala yang besar dan bermata sangat tajam. Pada kepala terdapat tangan-tangan (8 pada gurita dan 10 pada cumi-cumi) yang berguna untuk pergerakan dan mencari mangsa.  Tubuh cumi-cumi berbentuk gelendong/sekoci, dapat berubah warna karena adanya kromatophora. Alat pencernaan terdiri atas rongga mulut dan kelenjar ludah, pharyng, oesophagus, lambung, intestinum, rectum, anus. Sistem peredaran ganda tertutup, alat ekskresi berupa nephridia. Sistem saraf berupa 7 buah gangglion, bersifat dioceus
Kelas cephalophoda terdiri atas 2 ordo yaitu :
v  Ordo tetrabranchia, memiliki 4 insang
Ø  Familia : Nautilidae contoh Nautilus pompilius
v  Ordo dibranchia, tanpa cangkang
Ø  Sub ordo : Decapoda
Ø  Familia Loliginidae, contoh Loligo pealii
Ø  Familia Sepiidae, contoh Sepia officinae
Ø  Sub ordo : Octopoda
Ø  Familia Argonautilidae, contoh Agonauta argo
Ø  Familia Octopodidae, contoh Octopus bairdi
5.      Kelas Amphineura
Contoh hewan yang termasuk kelas ini adalah Chilton dan Neopilina. Chilton mirip siput tak bercangkang hidup di daerah pantai cangkangnya terdiri dari beberapa (biasanya delapan lempengan yang tersusun secara tumpang tindih). Meskipun kelihatannya beruas-ruas tetapi organ dalamnya tidak.
Neopilina disebut fosil hidup karena sebelum ditemukan pada tahun 1957 hewan ini dianggap sudah punah sejak jutaan tahun yang lalu. Moluska ini sangat menarik perhatian karena di samping memiliki sifat-sifat moluska juga bagian dalamnya beruas-ruas.
            Klasifikasi Amphineura
v  Ordo Polyplacophora, contoh Chaetopleura apiculata
v  Ordo Aplacophora, contoh Neomenia carinata














Rabu, 25 April 2012

ORGANEL SEL

1

ORGANELA SEL EUKARIOTIK (MITOKONDRIA, PLASTIDA, VAKUOLA, SITOSKELETON)

Mitokondria 

Suatu mitokondria dan bagian-bagiannya.
Fungsi mitokondria:
 Mitokondria mengandung enzim-enzim yang diperlukan untuk memperoleh energi yang
tersimpan dalam bentuk karbohidrat dan molekul bahan bakar yang lain dan
menggunakan energi tersebut untuk membentuk ATP, suatu molekul yang dibutuhkan
sel untuk bekerja
 Proses-proses ini merupakan bagian dari respirasi sel aerob, terutama dikenal sebagai
siklus Kreb dan transport elektron.
Struktur mitokondria
 Mitokondria mempunyai sistem membran ganda, membran luar adalah halus, membran
dalam melipat ke dalam dan berbelit-belit, membentuk Krista
 Membran ganda dari mitokondria membentuk dua kompartemen yang diisi dengan
cairan. Ruang di dalam kompartemen terletak antara membran luar dengan Krista, dan
matrik mitokondrial pusat terbentuk oleh membran Krista dalam. Susunan ini
memfasilitasi funsi mitokondria
 Sel dapat memiliki mitokondria dari sedikit sampai banyak, tergantung energi yang
dibutuhkan oleh sel
 Mitokondria mengandung DNAnya sendiri dan ribosomnya dapat bereplikasi sendiri
Plastida
Plastida ditemukan di dalam sel tumbuhan. Sel binatang tidak memiliki plastida. Secara
umum, plastida merupakan organela yang dikelilingi membran yang menyimpan sesuatu.
Terdapat tiga macam plastida, yaitu kloroplas, amiloplas, dan kromoplas

Kromoplas
 Kromoplas artinya plastida yang terpigmentasi.
 Menyimpan pigmen tumbuhan (khususnya karoteniod kuning, oranye dan merah) yang
tidak larut pada air, dan tidak terlibat di dalam fotosintesis.
 Kromoplas melimpah pada region yang terpigmentasi oranye, emas, dan merah tua dari
suatu tumbuhan

Amiloplas
 Amiloplas menyimpan pati, yang tidak terpigmentasi (terdapat istilah umum, yaitu
leukoplas, yang artinya plastida yang tidak terpigmentasi, tetapi bukan sebagai istilah
untuk amiloplas, yang mengidentifikasi apa yang tersimpan di dalam plastid). Amiloplas
juga disebut sebagai butir-butir pati.
 Amiloplas berbeda-beda ukurannya, tergantung seberapa banyak pati yang terdeposit.
Mereka juga merupakan jenis yang khusus pada semua desainnya, seorang ahli dapat
mengidentifikasi sumber dari butir-butir pati ini.
 Amiloplas melimpah pada sel penyimpan pada sebagian besar tumbuhan

Kloroplas.

Kloroplas mengandung pigmen, termasuk klorofil, dan enzim-enzim yang diperlukan
untuk fotosintesis, suatu proses di mana energi cahaya dikonversi menjadi energi kimia, yang
digunakan untuk menghasilkan molekul (bahan bakar) karbohidrat. Kloroplas ditemukan pada
tanaman dan beberapa protista. Kloroplas ini tidak ditemukan pada organism heterotrof.
Beberapa bakteri mempunyai klorofil dan dapat melakukan fotosintesis, tetapi tidak
mempunyai kloroplas yang dibatasi membran. Beberapa bakteri juga mempunyai pigmen
fotosintetik selain klorofil.
Struktur Kloroplas yang Khas
 Kloroplas tumbuhan adalah suatu organela yang dibatasi membran lapis ganda, dengan
sebuah kompartemen dalam yang mengandung membran yang lebih banyak. Membran
dalam dan luar adalah halus dan berbentuk oval pada tumbuhan tinggi.
 Membran internal punya struktur yang seperti cakram dan disebut tilakoid. Cakram
yang pipih ini bertumpuk untuk membentuk grana. Pigmen fotosintetik tersusun pada
grana.
 Cairan di mana grana tersuspensi disebut stroma.
Struktur yang berbeda ini penting untuk proses yang sangat beragam yang terjadi selama
fotosintesis. Seperti mitokondria, kloroplas mengandung DNA yang unik .
Vakuola.
Vakuola juga merupakan kantung yang dibatasi oleh membran yang memuat sesuatu.
Vakuola berisi bermacam senyawa, seperti makanan, sisa, air dan lain-lain. Beberapa dari
vakuola tersebut sifatnya adalah sementara. Beberapa merupakan struktur yang permanen
pada sel, seperti yang terlibat dalam keseimbangan air pada protista. Yang bersifat sementara
contohnya adalah vakuola makanan dan sisa. Di sini akan disebutkan tiga vakuola, yaitu vakuola
makanan, vakuola kontraktil yang ditemukan pada protista dan vakuola tumbuhan pusat.

Vakuola Makanan

Organism yang makan dengan cara fagositosis mengelilingi mangsanya dengan bagian
dari membran plasmanya, dan menelannya dengan memfusikan membran yang
mengelilinginya dan memindahkannya, yang sekarang disebut vakuola makanan, ke dalam
sitosol. Pada sitoplasma sel, vakuola bergabung dengan lisosom untuk pencernaan. Nutrient
yang sudah tercerna dipindahkan ke dalam sitosol untuk digunakan, dan bahan-bahan yang
tidak tercerna dibentuk ke dalam vakuola sisa yang akan dikeluarka dari dalam sel dengan
kurang lebih suatu proses yang berkebalikan dengan proses penelanan tadi

Vakuola Kontraktil

Sebagian besar organism tersestrial beresiko dehidrasi, menguapnya air ke lingkungan
sekitarnya. Sebaliknya, organism yang hidup di air terdapat pada lingkungan di mana air
terpelihara bergerak ke dalam sel. Beberapa protista yang hidup di air mempunyai vakuola
kontraktil, suatu struktur yang mengumpulkan air dan memasukkannya ke dalam selnya dari
lingkungan, dan secara periodic mengeluarkan air yang sudah dikumpulkan ke lingkungan luar
dengan mengkontraksikan vakuola seperti sebuah pori, sehingga namanya adalah vakuola
kontraktil

Vakuola Tumbuhan Pusat
Semua sel tumbuhan yang hidup dan sudah dewasa memiliki sebuah organela yang
dibatasi membran yang sangat besar, yang terisi cairan, disebut vakuola tumbuhan pusat.
Vakuola pusat menempati lebih dari 90-95% volume dan sel yang dewasa. Membran vakuola
disebut tonoplas. Tonoplas sangat tidak permeabel terhadap air dan materi-materi yang larut
dalam air

Fungsi vakuola pusat tumbuhan :
 Menyimpan produk metabolik termasuk
 Berbagai ion dan nutrient, seperti glukosa, asam amino, kalium dan klorida.
 Pigmen tanaman yang larut air (antosianin, termasuk pigmen bit, betasianin)
 Senyawa toksik
 Metabolit sekunder dan, beberapa diantaranya sebagai pertahanan tumbuhan melawan
predator yang tidak diinginkan
Senyawa simpanan pada vakuola menarik air yang meningkatkan tekanan cairan di dalam
vakuola. Tekanan ini dikenal sebagai tekanan turgor dan ini penting dalam meningkatkan
ukuran dan area permukaan sel tumbuhan selama pertumbuhan sel. Tekanan ini juga memberi
kekuatan sitoplasma melawan membran plasma dan dinding sel yang membantu untuk
membuat sel tetap kaku, menjaga kondisi turgor. Turgor memberikan sokongan dan kekuatan
untuk tumbuhan herbaceous dan bagian tumbuhan yang lain dari kehilangan dinding sel
sekunder. Pada saat tumbuhan kehilangan turgor, mereka akan layu, suatu keadaan yang
secara biologis dikenal sebagai plasmolisis. Layu yang permanen merupakan eufemisme botani
untuk kematian.

Sitoskeleton

Sitoskeleton merupakan rangka internal dan fibrosa pada sel. Berbagai organela dan beberapa
enzim tersusun di sepanjang rangka ini.
 Sitoskeleton menjaga bentuk sel (binatang) dengandesain arsitekturalnya dan sebagai
tempat berlabuh bagi organela di dalam sitosol
 Sitoskeleton bertanggung jawab dalam motilitas di dalam sel, seperti kontraksi otot dan
siklosis, pergerakan internal dari sitoplasma.
 Selama siklosis, organela dipindahkan di sepanjang saluran sitoskeletal di dalam sitosol
 Sitoskeleton juga bertanggung jawab untuk pergerakan sel dan pergerakan eksternal
seperti pergerakan amuboid dari sel darah putih dan migrasi sel selama perkembangan.
 Sitoskeleton juga punya peran dalam pembelahan sel
Komponen Sitoskeleton
 Mikrotubul
 Mikrofilamen (filament aktin)
 Filament intermediet

Mikrotubul

 Suatu tabung yang silindris dan berlubang, yang tersusun atas tubulin, suatu protein
yang berbentuk dambel
 Dapat menghasilkan pergerakan dengan meluncurkan agregat mikrotubul yang saling
melewati satu sama lain.
 Pada sel hewan, mikrotubul-mikrotubul berkembang dari sentrosom atau pusat
organisasi mikrotubul. Pertumbuhan mikrotubul ditunjukkan dengan adanya
penyusunan tubulin dan protein asesoris yang menyelubungi mikrotubul untuk
menstabilkannya.
 Beberapa tumbuhan menghasilkan toksin yang menghambat pembentukan mikrotubul
hewan, memblokir pembelahannya. Ini merupakan pertahanan tumbuhan yang sangat
sempurna. Taksol, sutau terpen dihasilkan oleh pohon cemara Pasific, digunakan untuk
pengobatan kanker
 Mikrotubul membentuk apparatus spindle, yang memisahkan kromosom selama
pembelahan sel dengan bantuan kinesin, suatu protein motor

Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah serat yang sangat kecil dan padat yang tersusun dari protein
globuler yang bergulung, aktin
Fungsinya untuk menjaga bentuk sel sepanjang mikrotubul
 Mikrofilamen biasanya membentuk jaringan sub membran plasma untuk mendukung
bentuk sel
 Kontraksi otot (filament aktin bergantian dengan serat yang lebih tebal dari myosin,
membentuk protein motor, dalam jaringan otot)
 Siklosis (pergerakan komponen sitoplasma di dalam sel)
 Pergerakan ‘amuboid’ dan fagositosis
 Bertanggung jawab untuk pemutusan galur pada sitokinesis hewan
Filament Intermediet
 Tersusun dari protein fibrosa membentuk struktur tali yang padat
 Filament intermediet tersusun dari keratin. Terdapat beberapa macam keratin
 Filament intermediet terpelihara posisinya yang sudah baku di dalam sel, dibanding
mikrofilamen atau mikrotubul yang lebih mudah bergerak.
Fungsi
 Jangkar untuk komponen sel yang lain, terutama nukleus
 Penting untuk hubungan sel (desmosom)
 Memperkuat sel di bawah tekanan, menjaga bentuknya
 Membentuk lapisan nuklear (suatu lapisan di bawah selubung nukleus)

Lokomosi dan Sistem Sitoskeletal

Protein Motor
Sebagian besar pergerakan seluler dihasilkan oleh protein motor yang berhubungan
dengan komponen sitoskeleton, baik mikrofilamen maupun mikrotubul. Seperti yang telah
disebutkan, myosin merupakan protein motor yang bekerja dengan mikrofilamen aktin pada
kontraksi otot. Dua protein motor yang lain, dinein dan kinesin, menghasilkan pergerakan di
sepanjang mikrotubul. Protein motor menggunakan energi untuk menghasilkan pergerakan.
Suplai energi ini disediakan oleh fosfat dari molekul energi, ATP.

Silia dan Flagela

Berbagai sel juga dapat menghasilkan pergerakan eksternal, baik dengan menggerakkan
tubuhnya sepanjang medium, atau dengan menggerakkan senyawa melewati permukaan
selnya. Beberapa pergerakan dihasilkan oleh silia dan flagella, suatu struktur yang terbentuk
dari mikrotubul yang terbenam di dalam dan memanjang melewati membran plasma ke dalam
lingkungan eksternal. Mereka diselubungi dengan materi dari membran plasma. Silia dan
flagella eukariotik mempunyai susunan dari mikrotubul, dikenal dengan susunan 9 + 2 (9 pasang
mikrotubul (doublet) di sekeliling yang melingkari silia dan 2 mikrotubul pusat.

Flagella dan Silia Sentriol

Silia secara umum pendek, dan sel yang mengandung silia mempunyai silia dalam
jumlah yang banyak. Flagella relatif panjang, dan sel hanya punya satu atau sangat sedikit. Silia
dan flagella dapat berasal dari sentriol, juga tersusun dari mikrotubul. Sentriol terdiri dari 9
kelompok dari 3 mikrotubul (susunan 9 x 3). Sentriol mereplikasi dirinya sendiri. Flagellum dan
silium terbentuk dari basal body, yang dikenal sebagai sentriol dan terbenam pada membran
plasma. Terdapat zona transisi di mana dua mikrotubul dari silia / flagella bergabung dengan
mikrotubul ketiga membentuk cincin basal body. (beberapa sel prokariotik juga mempunyai
flagella, tetapi struktur dan cara dalam menghasilkan pergerakan sangat berbeda dari flagella
eukariotik)

Pseudopodia

Pergerakan eksternal juga dapat dihasilkan oleh mikrofilamen internal dengan
meluruskan untuk membentuk lobus sitoplasma yang disebut pseudopodia. Proyeksi
pseudopodia di sebelah luar pada satu arah, di mana region yang lain dari sel berkontraksi,
menghasilkan pergerakan. Pseudopodia juga digunakan untuk mengelilingi dan penangkap
mangsa, suatu proses yang disebut fagositosis. Amuba protista dan sel darah putih bergerak
dengan pseudopodia dan makan dengan fagositosis.

DAFTAR PUSTAKA
Albert, B., Johnson, A., Lewis, J. Raff, M., Roberts, K., Walter, P. 2002. Molecular Biology of the
Cell. 4 th ed. Garland Science. New York
Farabee, M.J Cells . 2007. II: Cellular Organization. Wikibook. Diambil pada tanggal 11 Desember
2007, dari http://www.emc.maricopa.edu/BioBookglossN.html
Solomon, E.P, Berg, L.R, Martin, D.W. 2002. Biology. 6th Ed. Brooks/Cole Thompson Learning. .
USA
Stryer, L. 1988. Biochemistry. 3rd ed. W.H. Freeman and Company. New York
White J. M. 2007. Cell Structure and Function. University of Virginia Health System. Diambil
pada tanggal 11 Desember 2007, dari http://www.w3.org/1999/xhtml
Wolfe, S.L. 1993. Molecular and Cellular Biology. Wadsworth Publishing Company. California