Selasa, 01 Mei 2012

FILUM MOLLUSCA


FILUM MOLLUSCA


Molluska (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) adalah golongan hewan yang bertubuh lunak tidak beruas dan tubuh dilindungi oleh satu atau lebih cangkang yang terbuat dari kapur (CaCO3), namun ada pula yang tidak memiliki cangkang. Cangkang ini dibentuk oleh lapisan dinding tubuh yang disebut mantel. Tubuhnya tersusun dari tiga lapisan embrional yaitu ekstoderm, mesoderm dan endoderm (bersifat triploblastik). Hewan ini memiliki coelem yang sempit. Sebagian besar moluska hidup di laut tetapi banyak juga yang hidup di air tawar bahkan beberapa hidup di darat. Terdapat  kurang dari 80.000 species yang termasuk kedalam golongan ini.  Berikut adalah salah satu contoh hewan dari filum Mollusca

Achatina fulica

Ciri-ciri Filum Mollusca meliputi
1.      Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran dan bentuk mollusca sangat bervariasi, misalnya bentuk bulat telur dan torpedo
2.      Struktur dan fungsi tubuh
Tubuh mollusca memiliki tiga bagian utama yaitu
-          kaki yang berotot (untuk pergerakan), pada beberapa jenis mollusca kaki termodifikasi menjadi tentakel untuk menangkap mangsa
-          massa viceral yang mengandung sebagian besar organ-organ internal (alat pencernaan, reproduksi dan ekskresi)
-          mantel yang merupakan suatu lipatan yang menutupi massa viceral dan mensekresi bahan penyusun cangkang.

                                       Gambar 2 :  Struktur tubuh Mollusca

Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang melebar. Sistem pencernaan mollusca lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Ada pula yang memiliki rahang dan lidah. Lidah bergigi yang melengkung ke belakang disebut radula. Radula berfungsi untuk melumat makanan. Mollusca yang hidup di air bernapas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat tidak memiliki insang. Pertukaran udara mollusca dilakukan di rongga mantel berpembuluh darah yang berfungsi sebagai paru-paru. Organ ekskresinya berupa sepasang nefridia yang berperan sebagai ginjal.
3.      Cara hidup dan habitat
Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan ganggang, udang, ikan ataupun sisa-sisa organisme. Habitatnya di air tawar, di laut dan di darat. Beberapa juga ada yang hidup sebagai parasit.
4.      Reproduksi
Mollusca bereproduksi secara seksual dan masing-masing organ seksual saling terpisah pada individu lain. Fertilisasi dilakukan secara internal dan eksternal untuk menghasilkan telur. Telur berkembang menjadi larva dan berkembang lagi menjadi individu dewasa.

                                      
                                                             Gambar 3 : daur hidup Mollusca

Filum Mollusca dibagi menjadi 5 kelas yaitu :
  1. Kelas Pelecypoda.
Nama lain dari pelecypoda (latin pelecy = pipih, poda = kaki) adalah bivalvia (memiliki sepasang cangkang) atau lamellibranchiata (insang yang berbentuk lembaran).  Bersifat  simetri bilateral, bergerak dengan menjulurkan kaki otot yang besar melalui celah antara dua cangkang. Sebagian besar bivalvia adalah pemakan suspensi. Mereka menjerat makanan yang halus pada mucus yang melapisi insang dan kemudian silia mengirimkan partikel itu ke mulut. Air mengalir ke dalam mantel melalui sifon arus masuk, melalui insang dan keluar melalui sifon arus keluar. Bivalvia tidak memiliki kepala yang jelas dan radula. Sistem sirkulasi terdiri atas jantung, saluran darah dan rongga sinus. Jantung terdiri atas ventriculum yang dikelilingi oleh sebagian usus dan sepasang auricularium. Sistem saraf terdiri atas beberapa gangglion.
Cangkang pada bivalvia terdiri atas 3 lapisan yaitu :
-          Periostracum (lapisan luar yang tipis, tersusun atas zat tanduk)
-          Prismatik (lapisan tengah yang tersusun atas zat kapur dan berbentuk prisma)
-          Periostracum (lapisan dalam yang tersusun atas kristal Kalsium karbonat, lapisan ini disebut juga lapisan mutiara)

Terdiri dari beberapa ordo yaitu :
v  Protobranchia
Terdiri dari beberapa familia yaitu :
ü  Nuculidae, contoh Nucula proxima
ü  Solemyidae, contoh Solemia velum
v  Filibranchia
ü  Arcidae, contoh Arca pexata
ü  Mytilida, contoh Mytilus edulis
ü  Pectinidae, contoh Pecten irradians
v  Eulamellibranchia
ü  Uniodidae, contoh Anadonta grandis
ü  Myidae, contoh Mija arenaria
v  Septibranchia
Ø  Cuspidariidae, contoh Cuspidaria pellucid
  1. Kelas Gastropoda
Gastropoda (dalam bahasa latin, gaster = perut, podos = kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak atau kakinya. Misalnya, siput air (Lymnaea sp.), remis (Corbicula javanica), dan bekicot (Achatia fulica). Hewan ini memiliki ciri khas berkaki lebar dan pipih pada bagian ventral tubuhnya, bergerak lambat karena kontraksi otot menyerupai gelombang yang dimulai dari belakang menjalar ke depan sehingga kaki dapat menjulur ke depan dan kaki bagian belakang terseret ke depan, untuk memudahkan pergerakannya maka disekresikan lendir, memiliki cangkang/rumah yang berbentuk kerucut terpilin (spiral) namun ada juga yang tidak memiliki cangkang . Bersifat hermaprodit namun tidak  terjadi pembuahan sendiri, pembuahan terjadi setelah perkawinan, ovovivipar.
Gastropoda darat terdiri dari sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel pendek. Pada ujung tentakel panjang terdapat mata yang berfungsi untuk mengetahui gelap dan terang, Sedangkan pada tentakel pendek berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Gastropoda akuatik bernapas dengan insang, sedangkan Gastropoda darat bernapas menggunakan rongga mantel.
Klasifikasi gastropoda
v  Ordo Prosobranchia
Ø  Sub ordo Aspidobranchia
-          Familia Acmeidae contoh Acmae testudinalis
-          Familia Haliotidae, contoh Haliotis rufescens
-          Familia Trochidae, contoh Trochus niloticus
-          Familia Helicinidae, contoh Helicina orbiculata
Ø  Sub ordo Pectinibranchia
-          Familia Capulidae, contoh Crepidula fornicate
-          Familia Littorinidae, contoh Littorina litorea
-          Familia Viviparidae, contoh Campeloma ponderosum
-          Familia Pleuroceridae, contoh Pleurocera sabulare
-          Familia Strombidae, contoh Strombus gigas
-          Familia Cymatiidae, contoh Charonia nodifera
-          Familia Eulimidae, contoh Stylifer stimpsoni
-          Familia Murcidae, contoh Urosalpinx cinereus
-          Familia Buccinidae, contoh Bussinum undatum
v  Ordo Opisthobranchia
Ø  Sub ordo Tectibranchia
-          Familia Akeridae, contoh Haminea solitaria
-          Familia Cavolinidae
-          Familia Aplysiidae
-          Familia Clionidae
Ø  Sub ordo Nudibranchia
-          Familia Dendronotidae, contoh Dendronotus arborescens
-          Familia Dorididae
-          Familia Aeolididae
-          Familia Elysiidae
v  Pulmonata
Ø  Sub ordo Basommatophora
-          Familia Lymnacidae, contoh Lymnaea stragnalis
-          Familia Physidae, contoh Physa gyrina
-          Familia Planobidae, contoh Planorbis trovolvis
-          Familia Ancylidae, contoh Ferissia paralletus
Ø  Sub ordo Stylommatophora
-          Familia Achatinidae, contoh Achatina fulica
-          Familia Helicidae, contoh Helix pomata
-          Familia Endontidae, contoh Anguispira alternate
-          Familia Limacidae, contoh Limax maximus
-          Familia Phylomycidae, contoh Phylomycus carolinensis
3.      Scapophoda
Memiliki cangkok seperti gading gajah atau terompet. Hidup di lantai (pantai berlumpur), tubuh memanjang, kaki lancip yang berfungsi untuk menggali pasir atau lumpur. Contohnya siput gading gajah
  1. Kelas Cepalophoda
Tubuh cumi-cumi dibedakan atas kepala, leher dan badan. Kepala terletak di bagian ventral serta memiliki dua mata yang besar dan tidak berkelopak, berfungsi sebagai alat untuk melihat. Leher pendek dan badan berbentuk tabung dengan sirip lateral berbentuk segitiga di setiap sisinya. Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). Pada permukaan dalam tangan dan tentakel terdapat batil isap (sucker) yang berbentuk mangkok terletak pada ujung tentakel. Gigi khitin atau kait terletak pada tepi batil isap untuk memperkuat melekatnya mangsa yang diperolehnya. Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot yang berfungsi sebagai kemudi. Jika ingin bergerak ke belakang, sifon akan menyemburkan air ke arah depan, sehingga tubuhnya bertolak ke belakang. Sedangkan gerakan maju ke depan menggunakan sirip dan tentakelnya. Di bagian perut, tepatnya sebelah sifon akan ditemukan cairan tinta berwarna hitam yang mengandung pigmen melanin Pada Loligo sp terdapat endoskeleton yang terletak di dalam rongga mantel berwarna putih transparan, tipis dan terbuat dari bahan kitin. Mantel berwarna putih dengan bintik-bintik merah ungu sampai kehitaman dan diselubungi selaput tipis berlendir.

Gambar : seekor cumi-cumi

Makanan cumi-cumi berupa ikan, udang dan Mollusca lainnya. Sistem saraf terdiri atas tiga pasang ganglion dan saraf. Ganglion serebral, pedal, viseral, suprabukal, infrabukal dan optik terletak di kepala. Indera sensoris juga sangat berkembang dan dilengkapi dengan mata, dua statosis pada masing-masing lateral kepala sebagai organ keseimbangan dan organ pembau.                
Cumi-cumi bersifat kosmopolit (dapat ditemukan di mana saja), hidup berkelompok di perairan bagian atas. Hewan ini aktif berburu mangsa yang berupa ikan-ikan kecil dan crustacea pada malam hari. Bila merasa terancam mereka akan berenang mundur dengan cepat atau menyemburkan tinta berwarna hitam kecoklat-coklatan. Hewan ini banyak diperjualbelikan, selain rasanya enak cumi-cumi merupakan sumber protein hewani yang kaya akan protein.
Hewan ini mempunyai kepala yang besar dan bermata sangat tajam. Pada kepala terdapat tangan-tangan (8 pada gurita dan 10 pada cumi-cumi) yang berguna untuk pergerakan dan mencari mangsa.  Tubuh cumi-cumi berbentuk gelendong/sekoci, dapat berubah warna karena adanya kromatophora. Alat pencernaan terdiri atas rongga mulut dan kelenjar ludah, pharyng, oesophagus, lambung, intestinum, rectum, anus. Sistem peredaran ganda tertutup, alat ekskresi berupa nephridia. Sistem saraf berupa 7 buah gangglion, bersifat dioceus
Kelas cephalophoda terdiri atas 2 ordo yaitu :
v  Ordo tetrabranchia, memiliki 4 insang
Ø  Familia : Nautilidae contoh Nautilus pompilius
v  Ordo dibranchia, tanpa cangkang
Ø  Sub ordo : Decapoda
Ø  Familia Loliginidae, contoh Loligo pealii
Ø  Familia Sepiidae, contoh Sepia officinae
Ø  Sub ordo : Octopoda
Ø  Familia Argonautilidae, contoh Agonauta argo
Ø  Familia Octopodidae, contoh Octopus bairdi
5.      Kelas Amphineura
Contoh hewan yang termasuk kelas ini adalah Chilton dan Neopilina. Chilton mirip siput tak bercangkang hidup di daerah pantai cangkangnya terdiri dari beberapa (biasanya delapan lempengan yang tersusun secara tumpang tindih). Meskipun kelihatannya beruas-ruas tetapi organ dalamnya tidak.
Neopilina disebut fosil hidup karena sebelum ditemukan pada tahun 1957 hewan ini dianggap sudah punah sejak jutaan tahun yang lalu. Moluska ini sangat menarik perhatian karena di samping memiliki sifat-sifat moluska juga bagian dalamnya beruas-ruas.
            Klasifikasi Amphineura
v  Ordo Polyplacophora, contoh Chaetopleura apiculata
v  Ordo Aplacophora, contoh Neomenia carinata














Rabu, 25 April 2012

ORGANEL SEL

1

ORGANELA SEL EUKARIOTIK (MITOKONDRIA, PLASTIDA, VAKUOLA, SITOSKELETON)

Mitokondria 

Suatu mitokondria dan bagian-bagiannya.
Fungsi mitokondria:
 Mitokondria mengandung enzim-enzim yang diperlukan untuk memperoleh energi yang
tersimpan dalam bentuk karbohidrat dan molekul bahan bakar yang lain dan
menggunakan energi tersebut untuk membentuk ATP, suatu molekul yang dibutuhkan
sel untuk bekerja
 Proses-proses ini merupakan bagian dari respirasi sel aerob, terutama dikenal sebagai
siklus Kreb dan transport elektron.
Struktur mitokondria
 Mitokondria mempunyai sistem membran ganda, membran luar adalah halus, membran
dalam melipat ke dalam dan berbelit-belit, membentuk Krista
 Membran ganda dari mitokondria membentuk dua kompartemen yang diisi dengan
cairan. Ruang di dalam kompartemen terletak antara membran luar dengan Krista, dan
matrik mitokondrial pusat terbentuk oleh membran Krista dalam. Susunan ini
memfasilitasi funsi mitokondria
 Sel dapat memiliki mitokondria dari sedikit sampai banyak, tergantung energi yang
dibutuhkan oleh sel
 Mitokondria mengandung DNAnya sendiri dan ribosomnya dapat bereplikasi sendiri
Plastida
Plastida ditemukan di dalam sel tumbuhan. Sel binatang tidak memiliki plastida. Secara
umum, plastida merupakan organela yang dikelilingi membran yang menyimpan sesuatu.
Terdapat tiga macam plastida, yaitu kloroplas, amiloplas, dan kromoplas

Kromoplas
 Kromoplas artinya plastida yang terpigmentasi.
 Menyimpan pigmen tumbuhan (khususnya karoteniod kuning, oranye dan merah) yang
tidak larut pada air, dan tidak terlibat di dalam fotosintesis.
 Kromoplas melimpah pada region yang terpigmentasi oranye, emas, dan merah tua dari
suatu tumbuhan

Amiloplas
 Amiloplas menyimpan pati, yang tidak terpigmentasi (terdapat istilah umum, yaitu
leukoplas, yang artinya plastida yang tidak terpigmentasi, tetapi bukan sebagai istilah
untuk amiloplas, yang mengidentifikasi apa yang tersimpan di dalam plastid). Amiloplas
juga disebut sebagai butir-butir pati.
 Amiloplas berbeda-beda ukurannya, tergantung seberapa banyak pati yang terdeposit.
Mereka juga merupakan jenis yang khusus pada semua desainnya, seorang ahli dapat
mengidentifikasi sumber dari butir-butir pati ini.
 Amiloplas melimpah pada sel penyimpan pada sebagian besar tumbuhan

Kloroplas.

Kloroplas mengandung pigmen, termasuk klorofil, dan enzim-enzim yang diperlukan
untuk fotosintesis, suatu proses di mana energi cahaya dikonversi menjadi energi kimia, yang
digunakan untuk menghasilkan molekul (bahan bakar) karbohidrat. Kloroplas ditemukan pada
tanaman dan beberapa protista. Kloroplas ini tidak ditemukan pada organism heterotrof.
Beberapa bakteri mempunyai klorofil dan dapat melakukan fotosintesis, tetapi tidak
mempunyai kloroplas yang dibatasi membran. Beberapa bakteri juga mempunyai pigmen
fotosintetik selain klorofil.
Struktur Kloroplas yang Khas
 Kloroplas tumbuhan adalah suatu organela yang dibatasi membran lapis ganda, dengan
sebuah kompartemen dalam yang mengandung membran yang lebih banyak. Membran
dalam dan luar adalah halus dan berbentuk oval pada tumbuhan tinggi.
 Membran internal punya struktur yang seperti cakram dan disebut tilakoid. Cakram
yang pipih ini bertumpuk untuk membentuk grana. Pigmen fotosintetik tersusun pada
grana.
 Cairan di mana grana tersuspensi disebut stroma.
Struktur yang berbeda ini penting untuk proses yang sangat beragam yang terjadi selama
fotosintesis. Seperti mitokondria, kloroplas mengandung DNA yang unik .
Vakuola.
Vakuola juga merupakan kantung yang dibatasi oleh membran yang memuat sesuatu.
Vakuola berisi bermacam senyawa, seperti makanan, sisa, air dan lain-lain. Beberapa dari
vakuola tersebut sifatnya adalah sementara. Beberapa merupakan struktur yang permanen
pada sel, seperti yang terlibat dalam keseimbangan air pada protista. Yang bersifat sementara
contohnya adalah vakuola makanan dan sisa. Di sini akan disebutkan tiga vakuola, yaitu vakuola
makanan, vakuola kontraktil yang ditemukan pada protista dan vakuola tumbuhan pusat.

Vakuola Makanan

Organism yang makan dengan cara fagositosis mengelilingi mangsanya dengan bagian
dari membran plasmanya, dan menelannya dengan memfusikan membran yang
mengelilinginya dan memindahkannya, yang sekarang disebut vakuola makanan, ke dalam
sitosol. Pada sitoplasma sel, vakuola bergabung dengan lisosom untuk pencernaan. Nutrient
yang sudah tercerna dipindahkan ke dalam sitosol untuk digunakan, dan bahan-bahan yang
tidak tercerna dibentuk ke dalam vakuola sisa yang akan dikeluarka dari dalam sel dengan
kurang lebih suatu proses yang berkebalikan dengan proses penelanan tadi

Vakuola Kontraktil

Sebagian besar organism tersestrial beresiko dehidrasi, menguapnya air ke lingkungan
sekitarnya. Sebaliknya, organism yang hidup di air terdapat pada lingkungan di mana air
terpelihara bergerak ke dalam sel. Beberapa protista yang hidup di air mempunyai vakuola
kontraktil, suatu struktur yang mengumpulkan air dan memasukkannya ke dalam selnya dari
lingkungan, dan secara periodic mengeluarkan air yang sudah dikumpulkan ke lingkungan luar
dengan mengkontraksikan vakuola seperti sebuah pori, sehingga namanya adalah vakuola
kontraktil

Vakuola Tumbuhan Pusat
Semua sel tumbuhan yang hidup dan sudah dewasa memiliki sebuah organela yang
dibatasi membran yang sangat besar, yang terisi cairan, disebut vakuola tumbuhan pusat.
Vakuola pusat menempati lebih dari 90-95% volume dan sel yang dewasa. Membran vakuola
disebut tonoplas. Tonoplas sangat tidak permeabel terhadap air dan materi-materi yang larut
dalam air

Fungsi vakuola pusat tumbuhan :
 Menyimpan produk metabolik termasuk
 Berbagai ion dan nutrient, seperti glukosa, asam amino, kalium dan klorida.
 Pigmen tanaman yang larut air (antosianin, termasuk pigmen bit, betasianin)
 Senyawa toksik
 Metabolit sekunder dan, beberapa diantaranya sebagai pertahanan tumbuhan melawan
predator yang tidak diinginkan
Senyawa simpanan pada vakuola menarik air yang meningkatkan tekanan cairan di dalam
vakuola. Tekanan ini dikenal sebagai tekanan turgor dan ini penting dalam meningkatkan
ukuran dan area permukaan sel tumbuhan selama pertumbuhan sel. Tekanan ini juga memberi
kekuatan sitoplasma melawan membran plasma dan dinding sel yang membantu untuk
membuat sel tetap kaku, menjaga kondisi turgor. Turgor memberikan sokongan dan kekuatan
untuk tumbuhan herbaceous dan bagian tumbuhan yang lain dari kehilangan dinding sel
sekunder. Pada saat tumbuhan kehilangan turgor, mereka akan layu, suatu keadaan yang
secara biologis dikenal sebagai plasmolisis. Layu yang permanen merupakan eufemisme botani
untuk kematian.

Sitoskeleton

Sitoskeleton merupakan rangka internal dan fibrosa pada sel. Berbagai organela dan beberapa
enzim tersusun di sepanjang rangka ini.
 Sitoskeleton menjaga bentuk sel (binatang) dengandesain arsitekturalnya dan sebagai
tempat berlabuh bagi organela di dalam sitosol
 Sitoskeleton bertanggung jawab dalam motilitas di dalam sel, seperti kontraksi otot dan
siklosis, pergerakan internal dari sitoplasma.
 Selama siklosis, organela dipindahkan di sepanjang saluran sitoskeletal di dalam sitosol
 Sitoskeleton juga bertanggung jawab untuk pergerakan sel dan pergerakan eksternal
seperti pergerakan amuboid dari sel darah putih dan migrasi sel selama perkembangan.
 Sitoskeleton juga punya peran dalam pembelahan sel
Komponen Sitoskeleton
 Mikrotubul
 Mikrofilamen (filament aktin)
 Filament intermediet

Mikrotubul

 Suatu tabung yang silindris dan berlubang, yang tersusun atas tubulin, suatu protein
yang berbentuk dambel
 Dapat menghasilkan pergerakan dengan meluncurkan agregat mikrotubul yang saling
melewati satu sama lain.
 Pada sel hewan, mikrotubul-mikrotubul berkembang dari sentrosom atau pusat
organisasi mikrotubul. Pertumbuhan mikrotubul ditunjukkan dengan adanya
penyusunan tubulin dan protein asesoris yang menyelubungi mikrotubul untuk
menstabilkannya.
 Beberapa tumbuhan menghasilkan toksin yang menghambat pembentukan mikrotubul
hewan, memblokir pembelahannya. Ini merupakan pertahanan tumbuhan yang sangat
sempurna. Taksol, sutau terpen dihasilkan oleh pohon cemara Pasific, digunakan untuk
pengobatan kanker
 Mikrotubul membentuk apparatus spindle, yang memisahkan kromosom selama
pembelahan sel dengan bantuan kinesin, suatu protein motor

Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah serat yang sangat kecil dan padat yang tersusun dari protein
globuler yang bergulung, aktin
Fungsinya untuk menjaga bentuk sel sepanjang mikrotubul
 Mikrofilamen biasanya membentuk jaringan sub membran plasma untuk mendukung
bentuk sel
 Kontraksi otot (filament aktin bergantian dengan serat yang lebih tebal dari myosin,
membentuk protein motor, dalam jaringan otot)
 Siklosis (pergerakan komponen sitoplasma di dalam sel)
 Pergerakan ‘amuboid’ dan fagositosis
 Bertanggung jawab untuk pemutusan galur pada sitokinesis hewan
Filament Intermediet
 Tersusun dari protein fibrosa membentuk struktur tali yang padat
 Filament intermediet tersusun dari keratin. Terdapat beberapa macam keratin
 Filament intermediet terpelihara posisinya yang sudah baku di dalam sel, dibanding
mikrofilamen atau mikrotubul yang lebih mudah bergerak.
Fungsi
 Jangkar untuk komponen sel yang lain, terutama nukleus
 Penting untuk hubungan sel (desmosom)
 Memperkuat sel di bawah tekanan, menjaga bentuknya
 Membentuk lapisan nuklear (suatu lapisan di bawah selubung nukleus)

Lokomosi dan Sistem Sitoskeletal

Protein Motor
Sebagian besar pergerakan seluler dihasilkan oleh protein motor yang berhubungan
dengan komponen sitoskeleton, baik mikrofilamen maupun mikrotubul. Seperti yang telah
disebutkan, myosin merupakan protein motor yang bekerja dengan mikrofilamen aktin pada
kontraksi otot. Dua protein motor yang lain, dinein dan kinesin, menghasilkan pergerakan di
sepanjang mikrotubul. Protein motor menggunakan energi untuk menghasilkan pergerakan.
Suplai energi ini disediakan oleh fosfat dari molekul energi, ATP.

Silia dan Flagela

Berbagai sel juga dapat menghasilkan pergerakan eksternal, baik dengan menggerakkan
tubuhnya sepanjang medium, atau dengan menggerakkan senyawa melewati permukaan
selnya. Beberapa pergerakan dihasilkan oleh silia dan flagella, suatu struktur yang terbentuk
dari mikrotubul yang terbenam di dalam dan memanjang melewati membran plasma ke dalam
lingkungan eksternal. Mereka diselubungi dengan materi dari membran plasma. Silia dan
flagella eukariotik mempunyai susunan dari mikrotubul, dikenal dengan susunan 9 + 2 (9 pasang
mikrotubul (doublet) di sekeliling yang melingkari silia dan 2 mikrotubul pusat.

Flagella dan Silia Sentriol

Silia secara umum pendek, dan sel yang mengandung silia mempunyai silia dalam
jumlah yang banyak. Flagella relatif panjang, dan sel hanya punya satu atau sangat sedikit. Silia
dan flagella dapat berasal dari sentriol, juga tersusun dari mikrotubul. Sentriol terdiri dari 9
kelompok dari 3 mikrotubul (susunan 9 x 3). Sentriol mereplikasi dirinya sendiri. Flagellum dan
silium terbentuk dari basal body, yang dikenal sebagai sentriol dan terbenam pada membran
plasma. Terdapat zona transisi di mana dua mikrotubul dari silia / flagella bergabung dengan
mikrotubul ketiga membentuk cincin basal body. (beberapa sel prokariotik juga mempunyai
flagella, tetapi struktur dan cara dalam menghasilkan pergerakan sangat berbeda dari flagella
eukariotik)

Pseudopodia

Pergerakan eksternal juga dapat dihasilkan oleh mikrofilamen internal dengan
meluruskan untuk membentuk lobus sitoplasma yang disebut pseudopodia. Proyeksi
pseudopodia di sebelah luar pada satu arah, di mana region yang lain dari sel berkontraksi,
menghasilkan pergerakan. Pseudopodia juga digunakan untuk mengelilingi dan penangkap
mangsa, suatu proses yang disebut fagositosis. Amuba protista dan sel darah putih bergerak
dengan pseudopodia dan makan dengan fagositosis.

DAFTAR PUSTAKA
Albert, B., Johnson, A., Lewis, J. Raff, M., Roberts, K., Walter, P. 2002. Molecular Biology of the
Cell. 4 th ed. Garland Science. New York
Farabee, M.J Cells . 2007. II: Cellular Organization. Wikibook. Diambil pada tanggal 11 Desember
2007, dari http://www.emc.maricopa.edu/BioBookglossN.html
Solomon, E.P, Berg, L.R, Martin, D.W. 2002. Biology. 6th Ed. Brooks/Cole Thompson Learning. .
USA
Stryer, L. 1988. Biochemistry. 3rd ed. W.H. Freeman and Company. New York
White J. M. 2007. Cell Structure and Function. University of Virginia Health System. Diambil
pada tanggal 11 Desember 2007, dari http://www.w3.org/1999/xhtml
Wolfe, S.L. 1993. Molecular and Cellular Biology. Wadsworth Publishing Company. California

Jumat, 17 Juni 2011

penyakit asam urat

Asam Urat

Pendahuluan

Di masyarakat kini beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti asam urat. Pengertian ini perlu diluruskan karena tidak semua keluhan dari nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Pengertian yang salah ini diperparah oleh iklan jamu/obat tradisional.

Penyakit rematik banyak jenisnya. Tidak semua keluhan nyeri sendi atau sendi yang bengkak itu berarti asam urat. Untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium.

Sebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden).

Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya tidak boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen.

Sayangnya, fakta ini masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Akibatnya banyak orang suka menyamaratakan semua makanan. Orang menyantap apa saja yang dia inginkan, tanpa mempertimbangkan kandungan di dalamnya. Makanan sumber dari produk hewani biasanya mengandung purin sangat tinggi.Produk makanan mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu, yang punya bakat mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa perhitungan, jumlah purin dalam tubuhnya dapat melewati ambang batas normal.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar asam urat adalah alkohol, ikan hearing, telur, dan jeroan. Ikan hearing atau sejenisnya (sarden), dan jeroan merupakan sumber senyawa sangat potensial. Yang tergolong jeroan bukan saja usus melainkan semua bagian lain yang terdapat dalam perut hewan --seperti hati, jantung, babat, dan limfa.

KONSUMSI jeroan memperberat kerja enzim hipoksantin untuk mengolah purin. Akibatnya banyak sisa asam urat di dalam darahnya, yang berbentuk butiran dan mengumpul di sekitar sendi sehingga menimbulkan rasa sangat sakit. Jeroan memang merupakan salah satu hidangan menggiurkan, di antaranya soto babat, sambal hati, sate jantung, dan kerupuk limfa. Tetapi salah satu dampaknya, jika tubuh kelebihan senyawa purin maka si empunya diri mengalami sakit pada persendian.

Penyebab
Penyakit asam urat digolongkan menjadi penyakit gout primer dan penyakit gout sekunder.

Pada penyakit gout primer, 99 persen penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetic dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa juga diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.

Penyakit gout sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Purin adalah salah satu senyawa basa organic yang menyusun asam nukleat (asam inti dari sel) dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur pembentuk protein.

Produksi asam urat meningkat juga bisa karena penyakit darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia), obat-obatan (alkohol, obat-obat kanker, vitamin B12). Penyebab lainnya adalah obesitas (kegemukan), penyakit kulit (psoriasis), kadar trigliserida yang tinggi. Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik biasanya terdapat kadar benda-benda keton (hasil buangan metabolisme lemak) yang meninggi. Benda-benda keton yang meninggi akan menyebabkan asam urat juga ikut meninggi.

Setiap orang dapat terkena penyakit asam urat. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejalanya.

Penyakit radang sendi akibat peningkatan kadar asam urat darah disebut dengan artritis gout atau artritis pirai. Artritis gout yang akut disebabkan oleh reaksi radang jaringan terhadap pembentukan kristal urat. Pada sebagian besar kasus gout riwayat penyakit dan gambaran klinis bersifat khusus, sehingga kadang-kadang diagnosis dapat langsung ditegakkan.
Seseorang dikatakan menderita asam urat (gout) jika kondisinya memenuhi beberapa syarat dan biasanya perjalanan penyakitnya klasik sekali, seperti mempunyai gejala yang khas penyakit gout, mempunyai perjalanan penyakit yang khas penyakit gout, ditemukan asam urat dalam kadar tinggi dalam darahnya, dan hasil pemeriksaan mikroskopik dari cairan sendi atau tofus (benjolan asam urat) ditemukan kristal asam urat yang berbentuk jarum.

Lebih banyak pria

Umumnya yang terserang asam urat adalah para pria, sedangkan pada perempuan persentasenya kecil dan baru muncul setelah menopause.

Kadar asam urat kaum pria cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Pada wanita, peningkatan itu dimulai sejak masa menopause.

Mengapa asam urat cenderung dialami pria? Ini karena perempuan mempunyai hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat lewat urine. Sementara pada pria, asam uratnya cenderung lebih tinggi daripada perempuan karena tidak memiliki hormon estrogen tersbut.

Jadi selama seorang perempuan mempunyai hormon estrogen, maka pembuangan asam uratnya ikut terkontrol. Ketika sudah tidak mempunyai estrogen, seperti saat menopause, barulah perempuan terkena asam urat.

Kalau peningkatan asam urat ini melewati ambang batas yang bisa ditolerir, persoalan akan timbul pertama pada ginjal, sendi, dan saluran kemih

Kadar Normal

Pemeriksaan asam urat di laboratorium dilakukan dengan dua cara, Enzimatik dan Teknik Biasa. Kadar asam urat normal menurut tes Enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada Teknik Biasa, nilai normalnya maksimum 8 mg/dl. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat melampaui standar normal itu, penderita dimungkinkan mengalami hiperurisemia.

Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 – 6 mg/dl. Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia.

Perjalanan penyakit yang klasik biasanya dimulai dengan suatu serangan atau seseorang memiliki riwayat pernah cek asam uratnya tinggi di atas 7 mg/dl, dan makin lama makin tinggi.

Jika demikian, kemungkinannya untuk menjadi penyakit gout itu makin besar. Biasanya 25% orang yang asam uratnya tinggi akan menjadi penyakit gout. Bila kadar asam urat tinggi tapi tidak ada gejala serangan sendi ini disebut stadium awal. Pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang bertahun-tahun sama sekali tidak muncul gejalanya, tetapi ada yang muncul gejalanya di usia 20 tahun, 30 tahun, atau 40 tahun.

Gambaran Klinis

Artritis gout muncul sebagai serangan keradangan sendi yang timbul berulang-ulang.

Gejala khas dari serangan artritis gout adalah serangan akut biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja) dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak (akut) yang mencapai puncaknya kurang dari 24 jam. Lokasi yang paling sering pada serangan pertama adalah sendi pangkal ibu jari kaki. Hampir pada semua kasus, lokasi artritis terutama pada sendi perifer dan jarang pada sendi sentral.

Serangan yang terjadi mendadak maksudnya tiba-tiba. Karena itu bisa saja terjadi, siang hari sampai menjelang tidur tidak ada keluhan, tetapi pada tengah malam penderita mendadak terbangun karena rasa sakit yang amat sangat. Kalau serangan ini datang, penderita akan merasakan sangat kesakitan walau tubuhnya hanya terkena selimut atau bahkan hembusan angin.

Perjalanan penyakit gout sangat khas dan mempunyai 3 tahapan. Tahap pertama disebut tahap artritis gout akut. Pada tahap ini penderita akan mengalami serangan artritis yang khas dan serangan tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5 – 7 hari. Karena cepat menghilang, maka sering penderita menduga kakinya keseleo atau kena infeksi sehingga tidak menduga terkena penyakit gout dan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan.

Bahkan, dokter yang mengobati kadang-kadang tidak menduga penderita terserang penyakit gout. Karena serangan pertama kali ini singkat waktunya dan sembuh sendiri, sering penderita berobat ke tukang urut dan waktu sembuh menyangka hal itu disebabkan hasil urutan/pijatan. Padahal, tanpa diobati atau diurut pun serangan pertama kali ini akan hilang sendiri.

Setelah serangan pertama, penderita akan masuk pada gout interkritikal. Pada keadaan ini penderita dalam keadaan sehat selama jangka waktu tertentu. Jangka waktu antara seseorang dan orang lainnya berbeda. Ada yang hanya satu tahun, ada pula yang sampai 10 tahun, tetapi rata-rata berkisar 1 – 2 tahun. Panjangnya jangka waktu tahap ini menyebabkan seseorang lupa bahwa ia pernah menderita serangan artritis gout atau menyangka serangan pertama kali dahulu tak ada hubungannya dengan penyakit gout.

Tahap kedua disebut sebagai tahap artritis gout akut intermiten. Setelah melewati masa gout interkritikal selama bertahun-tahun tanpa gejala, penderita akan memasuki tahap ini, ditandai dengan serangan artritis yang khas. Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuh) yang jarak antara serangan yang satu dan serangan berikutnya makin lama makin rapat dan lama, serangan makin lama makin panjang, serta jumlah sendi yang terserang makin banyak.

Tahap ketiga disebut sebagai tahap artritis gout kronik bertofus. Tahap ini terjadi bila penderita telah menderita sakit selama 10 tahun atau lebih. Pada tahap ini akan terjadi benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang yang disebut sebagai tofus. Tofus ini berupa benjolan keras yang berisi serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari kristal monosodium urat. Tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang di sekitarnya. Tofus pada kaki bila ukurannya besar dan banyak akan mengakibatkan penderita tidak dapat menggunakan sepatu lagi.

Faktor Risiko

Faktor risiko yang menyebabkan orang terserang penyakit asam urat adalah pola makan, kegemukan, dan suku bangsa.

Di dunia, suku bangsa yang paling tinggi prevalensinya pada orang Maori di Australia. Prevalensi orang Maori terserang penyakit asam urat tinggi sekali, sedangkan di Indonesia prevalensi tertinggi pada penduduk pantai dan yang paling tinggi di daerah Manado-Minahasa karena kebiasaan atau pola makan ikan dan mengonsumsi alkohol.

Alkohol menyebabkan pembuangan asam urat lewat urine itu ikut berkurang sehingga asam uratnya tetap bertahan di dalam darah. Konsumsi ikan laut yang tinggi juga mengakibatkan asam urat.

Asupan yang masuk ke tubuh juga memengaruhi kadar asam urat dalam darah. Makanan yang mengandung zat purin yang tinggi akan diubah menjadi asam urat. Purin yang tinggi terutama terdapat dalam jeroan, sea food: udang, cumi, kerang, kepiting, ikan teri.

KALAU menurut hasil pemeriksaan laboratorium kadar asam urat terlalu tinggi, kita perlu memperhatikan masalah makanan. Makanan dan minuman yang selalu dikonsumsi apakah merupakan pemicu asam urat. Pada orang gemuk, asam urat biasanya naik sedangkan pengeluarannya sedikit. Maka untuk keamanan, orang biasanya dianjurkan menurunkan berat badan.
Yang paling penting untuk diketahui adalah kalau asam urat tinggi dalam darah, tanpa kita sadari akan merusak organ-organ tubuh, terutama ginjal, karena saringannya akan tersumbat. Tersumbatnya saringan ginjal akan berdampak munculnya batu ginjal, atau akhirnya bisa mengakibatkan gagal ginjal.

Asam urat pun merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung koroner. Diduga kristal asam urat akan merusak endotel (lapisan bagian dalam pembuluh darah) koroner. Karena itu, siapapun yang kadar asam uratnya tinggi harus berupaya untuk menurunkannya agar kerusakan tidak merembet ke organ-organ tubuh yang lain.

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan artritis gout:
  • Meredakan radang sendi (dengan obat-obatan dan istirahat sendi yang terkena).
  • Pengaturan asam urat tubuh (dengan pengaturan diet dan obat-obatan).

Tujuan utama pengobatan artritis gout adalah:

  • Mengobati serangan akut secara baik dan benar
  • Mencegah serangan ulangan artritis gout akut
  • Mencegah kelainan sendi yang berat akibat penimbunan kristal urat
  • Mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat peningkatan asam urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah.
  • Mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.

Makin cepat seseorang mendapat pengobatan sejak serangan akut, makin cepat pula penyembuhannya.
Pengobatan dapat diberikan obat anti inflamasi nonsteroid (antirematik) dan obat penurun kadar asam urat (obat yang mempercepat/meningkatkan pengeluaran asam urat lewat kemih (probenecid) atau obat yang menurunkan produksi asam urat (allopurinol)).

Pengaturan diet
Selain jeroan, makanan kaya protein dan lemak merupakan sumber purin. Padahal walau tinggi kolesterol dan purin, makanan tersebut sangat berguna bagi tubuh, terutama bagi anak-anak pada usia pertumbuhan. Kolesterol penting bagi prekusor vitamin D, bahan pembentuk otak, jaringan saraf, hormon steroid, garam-garaman empendu dan membran sel.Orang yang kesehatannya baik hendaknya tidak makan berlebihan. Sedangkan bagi yang telah menderita gangguan asam urat, sebaiknya membatasi diri terhadap hal-hal yang bisa memperburuk keadaan. Misalnya, membatasi makanan tinggi purin dan memilih yang rendah purin.

Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin:

  • Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
  • Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.
  • Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.

Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengonsmsi bahan makanan golongan B. Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta disarankan untuk banyak minum air putih. Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala peninggian asam urat darah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Hal yang juga perlu diperhatikan, jangan bekerja terlalu berat, cepat tanggap dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Karena sekali menderita, biasanya gangguan asam urat akan terus berlanjut.

Jumat, 04 Maret 2011

resep siomay

Bahan Tahu Isi Siomay :
  • 10 buah tahu bandung ukuran kecil, dibelah dua, dikeruk isinya sedikit
  • minyak untuk menggoreng
Bahan Isi :
  • 100 gram daging ikan tenggiri, dicincang halus
  • 25 gram udang, dicincang halus
  • 2 siung bawang putih, dicincang halus
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh gula pasir
  • 1/4 sendok teh penyedap rasa
  • 1 putih telur
  • 75 gram labu siam kukus, dihaluskan
  • 1 batang daun bawang, diiris halus
  • 50 gram tepung sagu tani
  • 50 ml air es
Cara Membuat :
  1. Aduk rata daging ikan tenggiri, udang, bawang putih, garam, gula pasir, penyedap rasa, putih telur, labu siam, daun bawang, tepung sagu, dan air es
  2. Isi ke tahu agak munjung
  3. Kukus 30 menit di atas api sedang sampai matang
  4. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang
  5. Goreng sebentar sampai berwarna kekuningan

Kamis, 17 Februari 2011

JENIS KULIT WANITA

KENALI (LAGI) KULIT ANDA

Kulit Kering
CIRI: Kulit tipe ini biasanya mudah mengelupas dan berpori-pori kecil. Banyak faktor yang bisa membuat kulit kering bermasalah. Antara lain, kosmetik yang tidak cocok, penggunaan obat-obatan tertentu, serta faktor usia. Makin bertambahnya usia, kelembapan kulit makin berkurang. Ditambah lagi efek buruk sinar matahari yang terik serta perubahan cuaca, keduanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit kering. Kulit jadi lekas memerah, bersisik, timbul gatal, dan meninggalkan bekas kehitaman jika digaruk.
SOLUSI: Untuk kulit jenis ini diperlukan pelembap dengan kadar minyak yang tinggi.

Kulit Berminyak
CIRI: Biasanya, dapat dilihat dari pori-pori yang besar, kulit mudah timbul komedo dan jerawat. Sebenarnya, minyak yang ada merupakan lapisan pelindung alami kulit agar kulit senantiasa lembap.
SOLUSI: Perlakukan kulit berminyak seperti kulit normal. Agar tidak lengket, pilih pelembap dengan kandungan air yang tinggi.

Kulit Kombinasi
CIRI: Biasanya, daerah T (dahi, hidung dan dagu) berminyak, sedangkan daerah pipi kering.
SOLUSI: Pilih pelembap untuk kulit normal, karena jenis tersebut mengandung kadar minyak dan air yang seimbang.

Kulit Normal
CIRI: Jenis kulit ini biasanya terlihat lembut, tetapi tidak berminyak. Kulit pun mulus dan jarang berjerawat. Walau begitu, kulit normal tetap membutuhkan pelembap karena kadar air bisa hilang akibat faktor eksternal, seperti suhu yang tinggi.
SOLUSI: Pelembap untuk kulit normal.

RITUAL YANG WAJIB DILAKUKAN

Perubahan cuaca yang tidak dapat diperkirakan membuat Anda harus ekstra cermat dalam merawat kulit. Tidak sulit, kok, mera-watnya. Cukup lakukan 3 langkah berikut ini, Anda pun siap keluar rumah!

1. Mengoles Tabir Surya
Kebiasaan berada di luar ruangan kadang-kadang membuat kita suka lupa bahayanya sinar matahari bagi kulit. Banyak orang malas menggunakan tabir surya karena terasa lengket di kulit. Atau, hanya memakainya ketika sedang berolahraga outdoor atau ketika berada di pantai.

Pilih tabir surya yang berbahan dasar air sehingga tidak terlalu lengket. Umumnya, dalam bentuk gel atau spray. Tapi, harus diingat, bila kita banyak berkeringat atau saat berenang, maka tabir surya harus sering diulangi pemakaiannya.

Oleskan tabir surya 20 menit sebelum keluar ruangan, lalu ulangi lagi tiap 20 menit. Tiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda-beda, karena itu Anda perlu mengetahui kondisi kulit Anda. Pada sebagian orang, ada yang kulitnya sudah memerah setelah 10 menit berada di bawah panas matahari.

Jangan lupa juga untuk mengoleskan tabir surya pada bagian lain di tubuh yang ikut terpapar matahari, seperti kulit di belakang leher dan telinga. Untuk Anda yang tidak terlalu banyak melakukan kegiatan di luar ruangan, atau ketika hari sedang mendung atau hujan, kenakan tabir surya dengan kadar SPF 15 saja. Tetapi, untuk yang sering beraktivitas di luar ruangan gunakan SPF 30 atau lebih.

Tabir surya yang terdapat pada kosmetik seperti pada bedak compact biasanya tidak mempunyai kandungan SPF yang tinggi. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk mengoles tabir surya secara terpisah.

2. Memakai Pelembap
Karena udara di negara tropis cenderung lembap, kadang-kadang kita sering lupa menggunakan pelembap. Padahal, pelembap sangat penting dalam membantu menjaga keseimbangan kadar air di kulit.

Biasanya, pelembap dipakai pada siang hari sebelum merias wajah dan malam hari setelah membersihkan wajah.

Jika Anda sering berkeringat, atau setelah berwudu, ada baiknya mengoleskan lagi pelembap pada wajah. Fungsi pelembap adalah sebagai pelindung. Oleh karena itu, walau sedang tidak melakukan kegiatan di luar rumah, kita tetap harus memakainya.

3. Mengoleskan Lip Balm
Karena kulit bibir tidak mempunya kelenjar minyak, maka dalam keadaan cuaca yang kering, kita membutuhkan bantuan pelembap bibir. Lip balm efektif untuk memperbaiki kulit dehidrasi, sehingga kulit bibir kembali kenyal.

Perubahan suhu yang mendadak bisa membuat bibir mengelupas sehingga pecah-pecah dan terasa kering. Pilih pelembap bibir tanpa tambahan pewangi, pewarna, ataupun perasa, karena kulit bibir sedang dalam keadaan rentan dan tidak dapat memproteksi dirinya sendiri dari bahan kimia dan zat aktif yang terdapat di dalam pelembap tersebut. Gunakan pelembap petroleum jelly tanpa campuran apa-apa.

Sebagai pencegahan sehari-hari, Anda dapat mencoba berbagai jenis lip balm yang bersifat kosmetik juga. Hindari membasahi bibir dengan ludah, karena ludah mengandung banyak enzim yang bersifat mencerna protein, yang justru akan menyebabkan kulit bibir makin pecah-pecah.

[Dari femina 51 / 2007]

Jumat, 29 Oktober 2010

MITOS YANG BEREDAR DI SEKITAR MAKANAN

Pernah Anda mendengar mitos seperti hindari makan daging yang dibakar karena akan membuat Anda semakin dekat dengan kanker? Atau kurangi makan telur, makanan protein tinggi hanya akan membuat ginjal jadi bermasalah, atau sebenarnya kentang kurang baik untuk kesehatan kita?

Dari apa yang kita dengar, sering kali akan ada orang lain yang membantah dengan fakta lain lagi yang akan semakin membuat kita bingung, misalnya mengenai mengenai kentang, yang dikatakan bisa membuat kita malah jadi lebih gampang gemuk, sementara ada orang yang mengatakan kentang malah bisa membantu kita jadi lebih kurus?

Sebenarnya mana sih yang benar? Terkadang keduanya sama benar, hanya saja, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sebelum kondisi yang dicari atau dihindari tadi dapat terjadi. Makanya, mari kita amati bersama kondisi yang benar seperti apa sih?

Mitos Pertama: Makanan Protein Tinggi Berbahaya Bagi Ginjal
Apa sih penyebab mitos ini?

Pada 1983, para peneliti menemukan bahwa dengan mengkonsumsi lebih banyak protein akan membuat GFR atau "Glomerural Filtratoin Rate" alias kecepatan penyaringan darah dalam ginjal meningkat. Penemuan ini, menurut para peneliti, mengatakan bahwa ginjal Anda berada dalam kondisi

bekerja keras, dan akibatnya ginjal akan tertekan.

Tapi.. Apa benar?

Hampir dua dekade lalu, seorang peneliti dari Belanda menemukan bahwa memang makanan dengan kadar protein tinggi akan meningkatkan GFR, tapi bukan berarti mengganggu efek kerja ginjal atau membebani ginjal. Bahkan pada kenyataannya, tidak ada penelitian yang mengaitkan tingginya konsumsi protein (bahkan sampai 2,5 gram per kg berat badan) dengan gangguan pada kesehatan ginjal

Jadi, Seperti Apa?

Intinya, arahkan kadar protein sesuai dengan target berat badan anda. Misalnya, berat badan Anda 100Kg, dan ingin turun ke 90kg, maka atur agar asupan protein Anda adalah 180 gram (dua kali target berat badan, dibagi 1000). Tapi jika misalnya berat badan Anda 75 kg, dan Anda ingin mendapat berat badan 90 kg, maka usahakan agar asupan protein anda juga 180 gram!

Mitos Kedua: Ubi Jalar Lebih Baik Daripada Kentang!
Apa sih penyebab mitos ini?

Masalahnya adalah orang Amerika lebih banyak memakan kentang yang sudah diproses, misalnya: kentang goreng, atau keripik kentang, dan konsumsi kentang akhirnya dihubungkan dengan kegemukan dan peningkatan resiko diabetes. Sementara ubi jalar, yang biasanya dimakan utuh, dipuja sebagai makanan kaya gizi dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada kentang!

Tapi.. Apa benar?

Kentang dan Ubi ternyata memiliki kadar nutrisi yang jika dibandingkan, malah akan saling melengkapi. Misalnya, ubi jalar kaya serat dan Vitamin A, tapi kentang mengandung mineral penting seperti zat besi, magnesium dan kalium yang tinggi. Sedangkan jika berbicara mengenai indeks glikemik, ubi memang lebih rendah, tapi biasanya, kentang dimakan dengan dengan topping seperti keju, krim masam, atau mentega. Semua topping ini mengandung lemak, yang pada ujungnya akan menekan indeks glikemik

Jadi, Seperti Apa?

Bukan berarti ubi jalar lebih baik, yang penting, bentuk kentang yang anda konsumsi itu seperti apa, apakah anda memilih kentang bakar utuh? Atau malah kentang yang sudah diproses seperti keripik kentang atau kentang goreng, yang terbukti buruk?

Mitos Ketiga: Daging Merah Penyebab Kanker
Apa sih penyebab mitos ini?

Pada suatu penelitian di tahun 1986, peneliti dari Jepang menemukan bahwa tikus yang diberi makan "amina heterosiklik", senyawa yang muncul ketika daging dimasak terlalu matang pada suhu tinggi, memiliki pertumbuhan sel kanker. Semenjak saat itu, berbagai studi bermunculan mengenai kemungkinan adanya hubungan antara daging dan kanker.

Tapi.. Apa benar?

Sebenarnya tidak ada penelitian yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara konsumsi daging merah dan kanker. Studi yang ada sebenarnya masih jauh dari kata valid, karena data yang diambil hanya menunjukkan adanya kecenderungan pola makan seseorang, dan kondisi kesehatan yang muncul akibat pola makan tadi. Tidak sesederhana itu untuk mengambil kesimpulan yang ada secara langsung.

jadi ...
Jangan takut memanggang, atau makan sate, burger atau steak! Apalagi sampai memaksakan diri tidak makan daging sama sekali. Masih aman, cukup buang saja bagian-bagian yang gosong di sate atau burger atau steak Anda, sebelum Anda makan

Mitos Keempat: Garam Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi
Apa sih penyebab mitos ini?

Pada 1940, peneliti dari Duke University, bernama Walter Kempner, M.D., menjadi terkenal karena keberhasilan dalam merawat pasien darah tinggi dengan mengurangi kadar garam dalam makanannya. Sehingga disimpulkan bahwa dengan mengurangi garam, tekanan darah tinggi bisa berkurang.

Apa benar?

Penemuan dan penelitian ulang besar-besaran yang belakangan dilakukan malah menunjukkan bahwa sebenarnya tidak ada alasan bagi orang dengan tekanan darah normal untuk menahan asupan natrium mereka. Sedangkan jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kemungkinan besar, Anda adalah orang dengan sensitifitas ekstra terhadap garam. Sebagai hasilnya, jika mengurangi garam, maka penderita darah tinggi akan lebih terbantu!

Selama 20 tahun belakangan, penderita darah tinggi tidak harus menurunkan konsumsi garam, hanya mengganti garam dengan bahan makanan yang mengandung banyak kalium. Mengapa? karena sebenarnya keseimbangan antara kedua mineral itulah yang lebih penting. Bahkan seorang peneliti dari Belanda berhasil meneliti bahwa konsumsi kalium yang rendah, memiliki efek yang sama seperti dampak konsumsi garam yang tinggi.

Jadi ...
Intinya, coba ubah konsumsi Anda ke makanan tinggi kalium, yang dapat Anda capai dengan memakan banyak sayuran, buah dan kacang-kacangan. Misalnya bayam, brokoli, pisang, kentang dan sebagian besar kacang-kacangan seperti tempe atau kedelai yang mengandung kalium tinggi! (menshealth)

penyakit maag dan BROKOLI

Mengonsumsi brokoli setiap hari bisa menekan risiko penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker! Beragam penelitian tentang brokoli mengungkapkan bahwa kandungan antioksidan dalam brokoli sangat besar, sehingga mampu menekan risiko kanker.

Namun penelitian terbaru dan lebih spesifik mampu memberikan gambaran kemampuan brokoli dalam menekan risiko beragam gangguan perncernaan seperti maag, infeksi lambung, dan kemungkinan kanker perut.

Dalam sebuah studi di Jepang, para ahli mendapati fakta bahwa mengonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama dua bulan dapat melindungi tubuh manusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker perut.

Kandungan sulforaphane yang ada dalam brokoli dapat memicu enzim dalam perut, sehingga memberikan perlindungan terhadap senyawa radikal yang dapat merusak DNA dan menyebabkan peradangan.

Sulforaphane dalam brokoli juga diketahui mampu meningkatkan produksi enzim fase II di hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan mengeluarkannya dari sel. Perlu diketahui, kandungan sulforaphane dalam kecambah brokoli segar lebih tinggi daripada brokoli yang sudah direbus terlalu matang.

Tips: Pilihlah brokoli yang berwarna hijau gelap. Selain dimakan langsung sebagai lalapan, brokoli juga bisa dicampur sayuran dan buah lain untuk salad. Atau pilihan lainnya, Anda bisa mengonsumsi brokoli dalam bentuk jus.